oleh

Tiga Kali Bergeser di Satu Laga, Ban Kapten Kembali ke Lengan Slamet

Kabarmadura.id-Tiga penggawa Madura United berkesempatan mengemban amanah sebagai kapten dalam satu pertandingan saat melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo pada gelara Piala Presiden 2019. Adalah, Slamet Nurcahyo, Greg Nwokolo, dan Fachruddin W Aryanto.

Sejatinya, Greg adalah kapten utama dalam tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini. Namun, penyerang sayap berdarah Nigeria itu, akan segera bergabung dalam training center Timnas Indonesia  bersama Wakil Kapten 1 Fachruddin. Sehingga, ban kapten dalam pertandingan melawan PSS Sleman kemarin (5/3), disematkan kepada Wakil Kapten 2 tim Madura United Slamet Nurcahyo.

Ban kapten itu akhirnya dipakai Slamet sejak menit awal. Namun, saat turun minum, Pelatih kepala Madura United Dejan Antonic menarik keluar Salmet. Lalu, dia memasukkan gelandang pengangkut air Asep Berlian.

Tak ayal, jika ban kapten melingkar kembali di lengan Greg. Sayannya tidak berlangsung lama, sebelum peluit panjang tanda berakhrinya pertandingan, ban kapten itu bergeser kembali. Kali ini ke lengan Fachruddin. Sebab, Greg ditarik keluar dan digantikan Alfath Fathier, yang kemudian mencetak gol kedua dan menandai kemenangan Madura United dalam laga itu.

Fachruddin akhirnya memimpin rekan se timnya hingga pertandingan berakhir.

Usai pertandingan, pemain belakang Madura United itu berpesan kepada Slamet agar fokus membawa target kemenangan bagi Madura United di pertandingan selanjutnya. Setidaknya, agar tren kemenangan itu masih berlangsung hingga dia kembali dari Timnas Indonesia.

“Saya sudah bilang kepada Slamet untuk melanjutkan tren positif ini. Dan jaga tim ini agar tetap kompak sampai ke final nanti,” tutur bek tim Garuda Indonesia itu.

Slamet mengemban amanah sebagai wakil kapten 3 tersebut, sudah dimulai sejak Januari 2019 lalu. Sepeninggal Greg dan Fachruddin di timnas, posisi kapten utama menjadi milik Slamet pada sejumlah pertandingan selanjutnya.

Pemain yang identik dengan nomor punggung 10 ini mengku, menjadi kapten bukan suatu beban. Sebab di klub yang kini sedang berjuang merebut juara Piala Presiden ini, bagi Slamet, lebih mengutamakan kekeluargaan.

“Tidak sulit jadi kapten di sini, baik di lapangan atau pun di luar. Karena, di Madura itu mengutamakan kekeluargaan, jadu semuanya bisa lebih mudah mengarahkannya,” pungkasnya. (idy/waw)

Komentar

News Feed