oleh

Tiga Kali Mangkir, Kejari Bangkalan Jadwalkan Jemput Paksa

Kabarmadura.id/Bangkalan-Dugaan jual beli tanah percaton di Desa Petapan, Kecamatan Labang masih belum menemui titik terang. Pasalnya, proses penyidikan atas kasus itu terganjal mangkirnya mantan Kepala Desa (Kades) Petapan, dari pemanggilan tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan.

Diungkapkan, Humas Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana, tahap penyelidikan, mantan kades tersebut sudah tiga kali tidak memenuhi pemanggilan. Karena enggan datang memenuhi panggilan Kejari, pihaknya akan berencana akan melakukan penjemputan paksa terhadap mantan kades tersebut.

“Informasinya sih dia ada di rumah, cuma kita belum memastikan. Kalau memang penjemputan dirasa perlu akan kita lakukan nanti,” ujarnya, Selasa (3/122019).

Menurut Putu, pihaknya saat ini masih mencari cara agar mantan kades tersebut bisa datang memenuhi panggilan tim penyidik, agar proses pengembangan kasus tersebut bisa terlaksana sesuai target.

“Segera akan kita lakukan penjemputan nanti, sudah 3 kali tidak memenuhi panggilan,” terangnya.

Diungkapkannya, ada 3 bidang tanah yang dijual dalam kasus tersebut. Satu bidang tanah pertama, seluas 4 ribu meter. Sedangkan 2 bidang lainnya yakni ada sekitar 1.500 meter dan 1.200 meter persegi.

“Kita juga masih mengumpulkan barang bukti lagi seperti surat-suratnya dan keterangan dari pihak yang dinilai bersangkutan dalam kasus ini. Jadi, belum bisa kita simpulkan,” pungkasnya. (ina/pin)

 

Komentar

News Feed