Tiga Kecamatan tidak Melakukan Perekaman e-KTP

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) PETUGAS: Petugas Disdukcapil saat melakukan scan sidik jari di MPP Banplaz.

KABARMADURA.ID, Bangkalan -Masyarakat dari tiga kecamatan di Bangkalan dapat dikatakan cukup rendah kesadaran tentang pentingnya melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pendataan Data dan Inovasi Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tulsi Hayati, diakuinya dari 18 kecamatan ada tiga kecamatan tertinggi tidak melakukan perekaman e-KTP.

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, sesuai data yang ada di dinasnya, yakni Kecamatan Galis sebanyak 15.694 dari 65.604 yang wajib KTP. Kecamatan Kokop sebanyak 12.942 dari 52.990 yang wajib KTP. Kecamatan Geger sebanyak 13.018 dari 61.523 yang wajib KTP.

“Kecamatan Galis, Kokop dan Geger ini yang banyak belum melakukan perekaman,” ucapnya, Rabu (21/10/2020).

Ditambahkan Tulsi, data tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil per Juni 2020 berupa data konsolidasi bersih (DKB).  Data itu dilakukan revisi setiap enam bulan, ketika ada warga yang meninggal maupun pindah tempat tinggal otomatis terhapus dari data tersebut.

“Per semester itu masanya enam bulan, dan ini DKB semester 1 tahun 2020. Kalau semester 2 nanti di bulan Desember,” terangnya.

Berdasarkan data tersebut, Tulsi menyampaikan, mendatangi kecamatan yang selama ini masih tergolong rendah dalam perekaman e-KTP.

”Melakukan perekaman keliling. Meskipun kepala desa tidak minta, tetapi targetnya minim, kami tetap menjadwalkan untuk turun ke sejumlah kecamatan dan desa yang masih tergolong rendah, ” tuturnya.

Dikatakannya, pihaknya juga melakukan perekaman lembaga pendidikan, baik sekolah maupun pondok pesantren. Kendati belum berumur 17 tahun tetap bisa dilakukan perekaman.

“Ketika sudah 15 tahun bisa melakukan perekaman, tetapi untuk e-KTP nya bisa dicetak nanti kalau sudah umur 17 tahun,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Agus Suharyono berharap, bagi masyarakat yang belum melakukan perekaman untuk  segera melakukan perekaman. Sehingga nantinya tidak kebingungan ketika ada pemilihan kepala desa maupun kepala daerah.

“Segera ke Disdukcapil atau ke Mall Pelayanan Publik, bagi warga yang belum punya atau yang ingin perbarui,” harapnya. (km56/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *