Tiga Komunitas Pecinta Alam di Bangkalan Gelar Camping Bersama

(KM/FATHURROHMAN) KOMPAK: Tiga komunitas Pecinta Alam  Bangkalan mengadakan camping bersama di Wisata Mangrove, Kecamatan Sepulu.

KABARMADURA.ID | Gabungan komunitas pecinta alam (PA) Bangkalan yang terdiri dari Rimba Tapak Tilas (RTT), siswa MAN Bangkalan (SIMBAPALA) dan Beach Boy Adventure menggelar camping bersama di Wisata Mangrove Kecamatan Sepulu.

FATHURROHMAN, BANGKALAN

Ketua RTT Muhammad Khosen mengungkapkan kegiatan camping bersama sengaja diagendakan untuk mempererat tali silaturahmi antara komunitas pecinta alam. Kegiatan itu dikemas dengan membersihkan sampah di bibir pantai sebagai wujud kecintaan terhadap alam.

“Ada tiga komunitas pecinta alam yang turut andil dalam kegiatan itu. Selain mendaki gunung, sebagai pecinta alam, juga harus ditanamkan pada anggota agar lebih peduli pada lingkungan utamanya di daerah sendiri,” ungkapnya, Minggu (8/5/2022).

Menurutnya selain membersihkan pantai, ketiga komunitas tersebut juga melakukan sharing survival atau kemampuan dalam upaya bertahan hidup di alam liar. Hal tersebut dalam rangka antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan selama kegiatan.

Q-Chan sapaan akrabnya juga mengaku setiap anggota pecinta alam perlu memahami materi survival dan persiapan-persiapan saat melakukan aktivitas susur hutan ataupun pendakian. Sebab, banyak anggota pecinta alam yang gugur karena mengabaikan perlengkapan, kesiapan fisik, dan mental.

“Ada beberapa materi yang harus dikuasai setiap anggota, pencinta alam itu bukan hanya bermodal nekat, tapi harus ada beberapa aturan dan perlengkapan yang harus disiapkan. Survival penting dikuasai untuk bertahan hidup ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, semisal kesasar atau kekurangan bekal,” imbuhnya.

Selain itu, ia berharap pecinta alam di Bangkalan kompak dalam menjalankan setiap agenda. Sebab menurutnya, pecinta alam tidak hanya mendaki. Banyak hal positif lainnya yang bisa dikerjakan.

“Bangkalan kan banyak pantai, bahkan hampir seluruh kecamatan dekat pantai. Kalau pantai itu dirawat, diperhatikan kebersihannya, maka akan maju wisatanya. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi,” tutupnya.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.