Tiga Lembaga Pendidikan di Kabupaten Pamekasan Ditutup Akibat Guru dan Siswa Terinfeksi Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) SIGAP:  Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pamekasan menutup tiga sekolah dasar (SD), lantaran ditemukan guru dan siswa terinfeksi Covid-19.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan melakukan penutupan terhadap tiga sekolah dasar (SD). Indikasinya, terdapat beberapa guru dan siswa yang terinfeksi Covid-19. Penutupan tersebut, sebagai langkah untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Kadisdik Pamekasan Akhmad Zaini, mengatakan infeksi Covid-19  di tiga lembaga pendidikan tingkat dasar itu, tertular di lingkungan rumahnya masing-masing. Lantaran khawatir penyebaran merembet ke sekolah, maka untuk memutus penyebaran di lingkungan sekolah, proses pertemuan tatap muka (PTM) yang sudah berlangsung ditunda selama 14 hari.

“Untuk proses PTM tetap berjalan sebagaimana mestinya, terkecuali di SD Kodik Proppo, SD Al Uswah Kota, dan SD Seddur, Kecamatan Pakong,” paparnya, Senin (07/12/2020).

Dijelaskan, untuk SD Kodik yang terinfeksi Covid-19 seorang guru, sedangkan di dua SD lainnya virus tersebut menyerang siswanya. Sehingga untuk proses sterilisasi, sementara proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara daring. “Sebenarnya waktunya 14 hari ,tetapi sekolah bisa mengambil kebijakan lebih dari 14 hari, sesuai dengan situasi dan kondisinya,” jelasnya.

Lebih rinci, Akhmad Zaini memaparkan, lebih 10 hari SD Al Uswah ditutup. Sedangkan di dua SD lainnya penutupan sekolah dilakukan hari Sabtu kemarin (05/11/2020). Pihaknya mengklaim, tidak ada cluster Covid-19 dari pendidikan. Dengan demikian, dia berharap setiap pendidik dan peserta didik bisa menerapkan protokol Covid-19 yang ketat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam, mengatakan, adanya pendidik dan siswa yang terinfeksi Covid-19, merupakan lonceng peringatan bagi Disdik. Sehingga, lebih diintensifkan dalam pengawasan penerapan protokol Covid-19. hal itu, bisa dikoordinasikan dengan Dinkes.

Sebab pada minggu terakhir, angka sebaran Covid-19 di kabupaten yang berjuluk gerbang salam sangat mengkhawatirkan. “Dari kejadian ini kita harus ekstra hati-hati, prokes menjadi hal mutlak di semua SD yang melaksanakan PTM, harus bekerjasama dengan Dinkes dan pihak rumah sakit, ini harus menjadi fokus dalam rangka menekan, atau menghindari cluster pendidikan,” tukasnya. (rul/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *