Tiga Orang Datangi Bank Jatim, Curigai Dividen Pemkab Pamekasan Dipermainkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) KONFIRMASI SENDIRI: Curiga dividen dari deposito Pemkab Pamekasan di bank yang  dipermainkan, tiga orang minta klarifikasi Bank Jatim.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Dividen dari deposito kas daerah (kasda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan yang disimpan di Bank Jatim, dicurigai ada dipermainkan. Kecurigaan itu disampaikan tiga warga dengan mendatangi kantor Bank Jatim, Kamis (26/8/2021).

Ketiga warga tersebut mengatasnamakan Perkumpulan Pemuda Pengawal Keadilan (PPPK) Pamekasan. Kecurigaan mereka karena alasan belum diketahuinya wujud konkret dari aktivitas pengelolaan dividen tersebut.

Kedatangan mereka sekitar pukul 09.00 pagi, langsung ditemui dua orang dari pihak Bank Jatim Pamekasan. Tiga orang itu kemudian berdiskusi di salah satu ruangan di lantai dua kantor bank tersebut. Diskusi itu berlangsung secara tertutup hingga pukul 10.00.

Sesuai audiensi dengan Bank Jatim, Ketua PPPK Pamekasan Basri mengungkapkan, dana deposito pada tahun 2020 sebesar Rp228,8 miliar yang disimpan Pemkab Pamekasan di Bank Jatim, belum diketahui pengelolaan serta bentuk programnya. Karena ingin memastikan sesuai koridor, jadi alasannya untuk meminta penjelasan Bank Jatim dengan cara mendatanginya.

“Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2019 dijelaskan bahwa pihak bank harus mengembalikan dana deposito per 31 Desember, kami menilai ada beberapa indikasi ada main mata antara pihak bank dan pemerintah, khususnya dalam deposito,” ucap Basri saat diwawancarai, Kamis (8/25/2021).

Hasil audiensi itu, menurut Basri, pihak Bank Jatim tidak bisa mengungkap permintaanya, yakni menyampaikan program konkret yang telah dihasilkan dari dividen deposito dana Pemkab Pamekasan itu.

Lantaran masih merasa janggal, dia masih berencana menindaklanjuti penelusurannya. Alasannya, karena uang tersebut milik pemkab  yang secara otomatis merupakan milik warga Pamekasan.

“Sejauh mana bentuk dari kontrak dari pemerintah setempat dan pihak bank, karena kami menduga dari beberapa bank yang kami sudah lakukan telaah ke bawah, ada sekian banyak dana marker di salah satu bank,”urainya.

Namun kecurigaan Basri itu langsung dibantah pihak Bank Jatim Pamekasan. Menurut Kepala Bidang Operasional Bank Jatim Cabang Pamekasan Santoso saat diwawancarai usai audiensi, pengelolaan dividen itu sudah dilakukan secara transparan dan wujudnya disesuaikan dengan rancangan yang telah dibuat.

Dia juga mengklaim, selama ini segala prosedur mengenai deposito sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Insya Allah di Bank Jatim tidak ada kolusi, korupsi dan nepotisme, jadi kami tidak mungkin ada permainan di sana, semua orang yang menyimpan deposito di Bank Jatim, otomatis bunganya masuk ke rekeningnya, jadi di kami itu tidak keluar dari ketentuan yang ada,” jelas Santoso. (rul/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *