Tiga Pejabat Negatif Covid-19, Tracing Perkantoran Lambat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SWAB: Seseorang saat diswab oleh tim medis di Puskemas Burneh, Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Tiga pejabat kepala dinas di Bangkalan sudah dinyatakan negatif Covid-19 setelah  swab mandiri pada Senin (18/1) di balai diklat Bangkalan. Tetapi pemerintah masih belum selesai melakukan proses tracing di kluster perkantoran. Sebab, setiap hari ada kemungkinan,  pejabat melakukan hubungan dengan pejabat lainnya yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19  pada Jum’at (15/1).

Jubir Satgas Covid-19 Bangkalan Agus Zein menyampaikan bahwa informasi mengenai negatifnya pejabat kepala dinas di lingkungan Pemerintah kabupaten Bangkalan memang benar. Dari delapan kepala dinas, diketahui kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP). ”Yang saya tau, informasinya sudah tiga kepala dinas swab dan hasilnya negatif,” paparnya.

Bacaan Lainnya

Kata Agus, proses tracing di kluster perkantoran masih belum selesai. Sebab, kantor Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang kepala dinasnya positif Covid-19 diisolasi lima hari. Selain itu, untuk keluarga pejabat juga sudah dilakukan tracing. ”Tracing di perkantoran masih berlangsung, petugas surveilans masih mencari kemungkinan baru, seharusnya sudah selesai,” ulasnya.

Meski begitu, kepala dinas yang sebelumnya dinyatakan positif tetap akan melakukan swab kedua nanti setelah selesai masa isolasi mandiri. Sehingga setelah hasil tersebut selesai, dan tetap dinyatakan negatif Covid-19 baru mereka akan kembali beraktifitas di kantor. ”Kami pastikan mereka tetap isolasi mandiri selama 14 hari, baru setelah itu akan kami lakukan swab lagi,” tuturnya.

Kepala Dinas DKBPPPA Bangkalan Amina Rahmawati menyampaikan, dirinya dinyatakan negatif Covid-19 setelah swab di balai diklat Bangkalan. ”Alhamdulillah saya dinyatakan negatif, tapi tetap akan isolasi mandiri di rumah, karena tidak ada gejala apa pun,” jelasnya.

Kondisi pegawai dan kantor DKBPPPA Bangkalan juga sedang diisolasi. Sehingga tidak ada kegiatan yang berlangsung di kantor. Selama lima hari ke depan, pelayanan dilakukan secara online melalui work from home (WFH). ”Kami tetap melayani, tapi dari rumah, sebab sudah diimbau agar aktivitas di kantor tutup selama lima hari,” pungkasnya. (km59/km58)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *