Tiga Rumah Sakit di Madura Terus Tambah Bed Perawatan Isolasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) ANTISIPASI: Pemkab Sampang akan menambah jumlah tempat tidur pasien Covid-19 di RSUD dr. Mohammad Zyn.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Sebaran wabah Covid-19 di Sampang dalam dua pekan pertama Juni 2021 terus meningkat. Berdasarkan peta sebaran Covid-19 yang dirilis oleh Diskominfo Sampang per Minggu (20/6/2021), jumlah terinfeksi Covid-19 menjadi 1.013 orang, sedang dirawat 31 orang, isolasi 49 orang, sembuh 881 orang dan meninggal 52 orang.

Dalam menanganinya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad zyn Sampang berencana menambah tempat tidur pasien atau bed.

Bacaan Lainnya

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Sampang Agus Mulyadi menyampaikan, gedung Balai Latihan Kerja (BLK) akan difungsikan sebagai tempat karantina.

Sebelum dikarantina, pasien akan di tes PCR terlebih dahulu. Jika terinfeksi Covid-19, akan dirawat di RSUD dr. Mohammad Zyn.

“Kalau BLK resmi jadi tempat karantina, kami bisa melakukan penjemputan pasien yang reaktif,” tutur Agus, Minggu (20/6/21).

Rencananya, tempat tidur (TT) di RSUD dr. Mohammad Zyn juga akan ditambah. Jika saat ini berjumlah 42 TT, setelah ditambah akan jadi 67 TT. Penambahan TT tidak perlu penganggaran baru, tetapi fasilitas lama. Sedangkan dari 42 TT, yang saat digunakan sebanyak 31 TT.

“Semoga saja tidak ada penambahan pasien Covid-19 lagi,” pungkas Agus.

Sedangkan kondisi di Bangkalan, dari data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan per Jumat (18/6/2021), ada 36 pasien Covid-19 yang dinyatakan boleh pulang.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron meminta masyarakat Bangkalan tidak mempercayai isu bahwa berobat ke rumah sakit akan dicovidkan. Karena hal itu berakibat pada penyakit yang diderita tidak akan tertangani.

“Bila ada keluhan sedini mungkin memeriksakan diri ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat agar segera mendapatkan perawatan. Sebab bila penyakit terlanjur parah maka pengobatannya akan lebih sulit,” ungkap pria dengan sapaan Ra Latif ini.

Pada kasus meninggal, sejak 12 Juni hingga 18 juni 2021 sebanyak 50 orang. Untuk BOR rumah sakit per 18 Juni 2021 telah mencapai 82,96 persen. Sedangkan ICU sudah mencapai 61,53 persen.

“Totalnya dari bed 229 terisi 190, di Balai Diklat 74 bed terisi 42, BLK 50 bed terisi 8 orang dan rest area BPWS atau gedung BPWS Suramadu sisi Bangkalan dari 139 bed terisi 123 pasien,” tandasnya.

Sementara di Pamekasan, berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 RSUD SMart Pamekasan, pada 19 Juni 2021 terdapat 44 sedang diisolasi dan 3 orang meninggal., 22 pasien di antaranya diisolasi di RSUD SMart.  Hal itu berakibat penuhnya ruang isolasi  penuh.

Menurut  Ketua Satgas Covid-19 RSUD SMart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat, lonjakan itu ditengarai dari Bangkalan. Namun untuk memastikan termasuk varian yang mana, sedang diuji laboratorium ke Surabaya.

Adapun untuk 3 orang yang meninggal tersebut, 1 orang berasal dari Kecamatan Pasean, 2 orang berasal dari Kecamatan Pamekasan.

Awalnya rumah sakit menyediakan satu ruang isolasi dengan kapasitas 14 tempat  tidur, kemudian ditambah lagi satu ruangan berisi 8  tempat tidur. Karena sudah penuh semua, akan dibuka lagi 18 tempat tidur agar bisa menampung 40 orang. Sedangkan lainnya  dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.

Lonjakan kasus Covid-19 itu diduga berasal dari Bangkalan, termasuk juga kemungkinan adanya varian baru yang penyebarannya disebut sangat cepat dan berbahaya.

“Masyarakat itu harus sadar, tidak ada kabar Covid-19 itu bohong, sehingga dengan kesadarannya itu dia menerapkan protkes,” tukasnya. (mal/rul/ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *