oleh

Tiga Siswa Tak Ikut UNBK SMK

Kabarmadura.id/SAMPANG – Kendati tahun ini pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk jenjang pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Sampang sudah memasuki tahun ke empat, tetap saja ada siswa yang tidak hadir saat pelaksaan ujian dan puluhan sekolah  masih nebeng dengan lembaga lainnya, karena tidak mampu menyelenggarakan ujian secara mandiri.

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten  Sampang menyebutkan, jumlah SMK di Kota Bahari sebanyak 72 lembaga. Perincian SMK Negeri 7 dan SMK swasta berjumlah 65 lembaga. Namun sekolah yang menyelenggarakan UNBK secara mandiri masih 45, sedangakan 27 lembaga lainnya masih nebeng kepada lembaga lain.

Sedangkan jumlah siswa SMK yang mengikuti atau peserta UNBK tahun ini sebanyak 2.831 jiwa. Sayang pada pelaksanaan ujian hari pertama, Senin (25/3), tiga orang tidak dapat mengikuti, sehingga siswa yang mengikuti UNBK hari pertama itu berjumlah 2.828 jiwa. Namun, pada hari kedua, ketiga dan keempat para peserta ujian sudah ikut semua.

Kepala Cabang Disdik Prov Jatim wilayah Sampang Assyari berujar, sejatinya semua lembaga SMK berhak menyelenggarakan UNBK mandiri. Namun sebagian sekolah di Sampang itu belum siap, karena ketersedian sarana prasarana (sarpras) dan SDM belum mendukung. Sehingga, sekolah itu nebeng kepada sekolah yang sudah siap dan lebih maju.

Menurut dia, tahun ini pelaksanaan UNBK tingkat SMK sudah masuk tahun keempat, jumlah sekolah yang menyelenggarakan ujian secara mandiri sudah semakin banyak, kendati masih ada 27 lembaga yang tetap nebeng karena belum siap.  Sedangkan tingkat kehadiran siswa pada pelaksaan ujian sudah sangat bagus.

”Pada pelaksanaan UNBK SMK hari pertama (25/3), ada tiga siswa yang tidak hadir karena sakit. Sedangkan sekolah yang masih nebeng berjumlah 27 lembaga,” ucap Assyari kepada Kabar Madura, Kemarin (27/3).

Ia menjelaskan, syarat untuk melaksanakan ujian secara mandiri, yakni sekolah harus memiliki izin operasional, terakreditasi, dan memiliki komputer minimal 15 unit. Sekolah yang masih nebeng itu rata-rata SMK swasta yang berlokasi di pedesaan. Untuk itu, pihaknya terus melakukan pendampingan, pembinaan kepada sekolah yang belum bisa mandiri dalam menyelenggarakan ujian nasional, meliputi pelatihan peningkatan SDM dan kompetensi guru di bidang teknologi.

”Yang jelas, kami terus memberikan pendampingan kepada sekolah agar bisa mengatasi semua kendala, seperti sarana, prasarana dan sebagainya, sehingga bisa menyelenggarakan ujian secara mandiri,” tambahnya.

Disinggung soal kendala selama pelaksanaan UNBK tingkat SMK itu, Assyari mengklaim tidak ada kendala yang berarti. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak telkom dan PLN terkait penyediaan jaringan internet dan aliran listrik di semua sekolah, khususnya yang sedang menyelenggrakan UNBK.

”Sampai saat ini, pelaksaan ujian berjalan lancar, aman terkendali. Kami berharap UNBK tahun ini lebih baik dan nilainya juga meningkat dari tahun sebelumnya,”tukasnya. (sub/pai)

Komentar

News Feed