Tiga Tahun Produksi Garam Meleset dari Target, Wacanakan Pengadaan Lahan Anti Hujan

News12 Dilihat

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Capaian  Produksi Garamdi Sumenep akhirnya disimpulkan meleset dari target. Dari target produksi 100.000 ton, yang dihasilkan per Juli-Oktober 2022 hanya mencapai 49.143,17 ton (lihat grafik).

Tingginya intensitas disebut jadi sebab tidak tercapainya target. Hal itu juga dijadikan alasan perlunya menerapkan penggunaan teknologi garam dalam proses penggarapan.

Angka tersebut merupakan hasil terakhir produksi garam 2022. Sebab, pada November-Desember 2022 sudah tidak ada produksi garam seiring berakhirnya musim produksi garam atau masuknya musuk penghujan.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Agustiono Sulasno melalui Plt Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Edie Ferrydianto mengutarakan, jumlah tersebut merupakan capaian terakhir pada tahun 2022. Sebab, tidak ada lagi yang memproduksi garam.

Tingginya intensitas hujan yang mengganggu hasil produksi itu menjadi evaluasi Diskan Sumenep. Karena ada alasan di tahun 2023, produksi garam bisa menggunakan rumah prisma atau rumah tunnel. Tetapi solusi itu masih dipersiapkan dan direncanakan. Sebab, untuk menggunakan alat itu juga butuh anggaran yang cukup besar.

“Jikalau tidak mencapai target karena faktor alam, tidak ada solusi. Sehingga, tidak menemukan solusi bagaimana tahun depan bisa banyak memproduksi garam,” ujar Agustiono, Kamis (15/12/2022).

Baca Juga :  Aktivis Mahasiswa Cium Gelagat Parpol Tunggangi Aksi Besar-besaran Kades

Rumah tunnel dan rumah prisma itu diklaim menjadikan lahan anti hujan. Diskan Sumenep berencana menyediakan rumah tunnel dan rumah prisma itu untuk petambak garam.   Sehingga perlu dianggarakan. Karena berkaitan dengan anggaran besar, maka perlu pengajuan.

“Rasanya ini sulit juga ya, tapi akan diusahakan untuk tahun berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa kelebihan dalam penggunaan rumah tunnel maupun prisma. Tidak bergantung pada iklim lagi, pemanasan lebih terfokus serta hasil panen meningkat. Kelemahannya, jika angin kencang, bangunan bisa jadi roboh.

“Selain itu, untuk tahun depan juga akan ada lahan integrasi garam yang menjadi andalannya dan ini jelas ada karena saat ini mulai tergarap,” imbuh Agustiono.

Meski demikian, dirinya tetap berusaha agar nantinya ada suntikan dana dari APBD ataupun dari APBN. Sehingga dapat merealisasikan pengadaan rumah tunnel dan rumah prisma itu.

Berdasarkan data Diskan Sumenep, terdapat 1.652 petambak dan 164 kelompok petambak garam di Sumenep. Saat ini hanya bisa mengandalkan stok garam yang dapat dijual. Sebab, harganya cukup mahal dari biasanya, sekitar Rp3.400 ribu per kg. Untuk stok garam, saat ini mencapai 8.613, 56 ton.

Baca Juga :  Sambut 1 Abad NU, Lesbumi Jember Telaah NU di Abad ke-2

Pada tahun 2022 ini, target produksi garam hanya 100.000 ton, dengan capaian 49.143,17 ton. Pada tahun 2018 ditargetkan 225 ribu ton, capaiannya 235 ribu ton, tahun 2019 lalu produksi garam 236.000 ton dengan capaian produksi 332.009,60 ton. Sedangkan tahun 2020 mencapai 50.009,64 ton dari target produksi 236.000 ton. Pada tahun 2021 lalu, target produksi sebanyak 192.947 ton mencapai 94.334 ton.

Luas lahan di 11 kecamatan, yakni 1.967,42 hektar, rinciannya; Kecamatan Gapura seluas 302,70 hektare, Kalianget seluas 505,05 hektare, Saronggi seluas 495,10 hektare, Pragaan seluas 257,96 hektare Gili Genting seluas 176,74 hektare, Talango seluas 8,00 hektare, Dungkek seluas 075 hektare, Raas seluas 126,30 hektare, Arjasa seluas 24,50 hektare Kangayan 19,56 hektare dan Kecamatan Sapeken seluas 50,76 hektare.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN RUMAH TUNNEL DAN PRISMA

KELEBIHAN

  • Tidak bergantung pada iklim lagi
  • Pemanasan lebih terfokus
  • Hasil panen meningkat
Baca Juga :  Satpol PP Rekomendasi 13 Kecamatan di Pamekasan Jadi Sasaran Penindakan Rokok Ilegal

KELEMAHAN

  • Jika angin kencang, bangunan bisa jadi roboh

 

CAPAIAN PRODUKSI GARAM SUMENEP 2022

  • Target: 000 ton
  • Capaian: 143,17 ton
  • Luas lahan: 1.967,42 hektare (11 kecamatan)
  • Stok terakhir: 8.613, 56 ton.
  • Harga: Rp3.400 ribu per kg

RINCIAN HASIL PRODUKSI

KECAMATAN KP1 (TON) KP2 (TON) LUAS LAHAN (hektare)
Kalianget 19.728, 59 505,05
Pragaan 5.198, 24 257,96
Talango 131,00 8,00
Raas 1.074,12 126,30
Kangayan 180,76 19,56
Gapura 11.737,24 302,70
Saronggi 8.772,44 495,10
Gili Genting 1.074,00 176,74
Dungkek 0,75
Arjasa 434,50 24,50
Sapeken 812, 28 50,76
TOTAL 45.567, 51 3.575,66

PRODUKSI GARAM LIMA TAHUN TERAKHIR

TAHUN TARGET (TON) CAPAIAN (TON)
2018 225.000 235.000
2019 332.009,60 236.000
2020 236.000 50.009,64
2021 192.947 94.334
2022 100.000 49.143,17

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *