Tim Fauzi-Eva Siaga Bertarung di MK, Sudah Siapkan Berkas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ist) DUGAAN: Tim Fattah-Fikri saat melaporkan terkait politik uang dan ASN yang menggerakkan massa kepada Bawaslu Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Kendati Achmad Fauzi-Dewi Khalifah dinyatakan menang di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep, namun tim suksesnya (timses) tetap siaga.Pasangan kandidat kepala daerah Sumenep yang akrab dengan akronim Fauzi-Eva ini, dinyatakan terpilih berdasarkan rekapitulasi suara tingkat KPU beberapa waktu lalu.

Ketua Timses Fauzi-Eva Abrari el Zael mengaku tengah sibuk menghadapi laporan dugaan kecurangan dari pihak yang masih belum puas terhadap hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sumenep.

Bacaan Lainnya

“Masih sibuk menghadapi dugaan gugatan yang akan dilayangkan oleh pihak yang belum berdamai dengan takdirnya di momentum pilkada ini,” ujarnya kepada Kabar Madura, Senin (21/12/2020).

Anggota DPRD Sumenep ini juga mengaku sedang mengantisipasi jika rivalnya itu membawa gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Antisipasi itu dilakukan dengan mempersiapkan semua berkas guna membantah materi gugatan yang diajukan.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sumenep tersebut mengklaim sudah berpengalaman dalam bertarung di MK.Pasalnya, DPC PDI-P sudah dua kali mengusung paslondi Pilkada Sumenep, yakni tahun2010 dan 2015. Dalam dua kali itu selalu menang di MK.

“Namanya saja orang usaha. Kalau yang kalah saja masih berusaha mau menang, bagaimana dengan yang menang (pasti lebih berusaha dan waspada),” sambungnya.

Diketahui, batas laporan Pilkada setentak 2020 ke MK akan berakhir pada Selasa 22 Desember 2020.

Sementara itu, Komisioner Badan Pemgawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumenep Divisi Hukum, Data dan Informasi, Imam Syafi’i menjelaskan, ada dua laporan yang masuk, yakni politik uang dan ketelibatan aparatur sipil negara (ASN) yang menggerakkan massa. Kini, laporan dari tim Fattah Jasin-M. Ali Fikri Warits itu masih diproses.

Untuk dugaan politik uang, Imam sudah memeriksa yang bersangkutan sebagai saksi, namun hanya satu saksi yang datang.

“Sejauh ini baru dua orang yang kami lakukan klarifikasi. Satu pelapor dan satu saksi,” terangnya. (idy/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *