Tim Karapan Sapi Diwajibkan Bawa 25 Warga untuk Divaksin

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) ADU KECEPATAN: Peserta yang akan mengikuti perlombaan karapan sapi harus membawa 25 orang untuk divaksin. Terutama bagi warga yang hanya sekedar mengiringi para kontestan.

KABARMADURA.ID;BANGKALAN-Diperbolehkannya pagelaran karapan sapi, cukup memberikan aroma segar bagi warga. Sebab izin tersebut menjadi yang pertama kali di masa pandemi Covid-19. Hanya saja, peserta yang akan mengikuti perlombaan karapan sapi harus membawa 25 orang. Terutama bagi warga yang hanya sekedar mengiringi para kontestan.

“Insyallah dilaksanakan pada tanggal 7 bulan November ini. Jadi peserta kontestan harus membawa warga 25 orang untuk dilakukan vaksinasi,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Moh. Hasan Faisol, Kamis (7/10/2021).

Menurutnya, kompetisi karapan sapi yang akan digelar berupa Bupati Cup dengan estimasi sebanyak 48 peserta. Sedangkan untuk kuota penonton yang bisa memasuki Stadion Karapan Sapi Moh Noer sebanyak 1.000 orang. “48 pasang sapi ini nanti akan memperebutkan gelar kemenangan di Bupati Cup tersebut,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah kabupaten Bangkalan nantinya juga akan menyediakan gerai vaksinasi di lapangan karapan sapi. Sehingga setiap warga yang ingin masuk harus menunjukkan bukti kalau dirinya sudah divaksin. “Kalau tidak vaksin, tidak boleh masuk,” tegasnya.

Disinggung mengenai diperbolehkan menonton atau tidak? Faisol tetap meyakinkan bahwa kuota akan ditutup jika sudah penuh. “Kalau sudah penuh, kami akan tutup, jadi mungkin nanti bisa bergantian,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo membenarkan, bahwa nantinya kegiatan vaksinasi juga akan disediakan di tempat kegiatan karapan sapi. Hal tersebut diyakini bisa memudahkan untuk mencapai target dan kekebalan kelompok. “Kami terbantu kalau memang bisa begitu, tinggal pengawasannya saja,” responnya.

Menurutnya, tenaga kesehatan (nakes) dan gerai vaksin nanti akan disiapkan di lokasi kegiatan bersama dengan aparat yang akan melakukan pemeriksaan. Jika berhasil, maka nanti mampu meningkatkan target vaksinasi. “Cukup diperketat di pintu masuk saja, biar tidak ada yang nakal nantinya,” paparnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *