oleh

Tim Labfor Butuh Waktu Sebulan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kebakaran yang terjadi di Pasar Tanah Merah, Senin (28/10), belum berhasil terungkap penyebabnya. Meski Kepolisian Resor (Polres) Bangakalan mendatangkan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, namun hasil penyelidikannya belum bisa menemukan penyebab pastinya.

Pasalnya, menurut penuturan tim Labfor Polda Jatim, sebagaimana diungkapkan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Bangkalan IPTU Suyitno, untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut membutuhkan waktu satu bulan.

“Dari labfor masih belum memberikan keterangan apa penyebabnya, karena yang bisa melakukan penyelidikan kemarin hanya dari Labfor Polda Jatim dan itu membutuhkan waktu tiga minggu sampai satu bulan katanya begitu,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP David Manurung, kedatangan tim Labfor pada Jumat (1/11) lalu, memanglah atas permintaan Polres Bangkalan.

Pihak polres sendiri, kata David, tim Labfor Polda Jatim diminta datang ke bekas kebakaran Pasar Tanah Merah sebab agar menyelidiki penyebab kebakaran dapat diketahui secara pasti.

“Untuk tindakan selanjutnya masih menunggu hasil dari tim labfor, apakah ini murni kecelakaan atau disengaja,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Tanah Merah Abd Wasyik mengaku telah menghitung jumlah total kerugiannya. Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir senilai Rp5 hingga Rp10 miliar.

“Ada sekitar 200 lebih lapak, serta 70 hingga 90 kios yang hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp5 hingga Rp10 miliar,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Bupati Bangkalan Moh. Muhni mengimbau kepada seluruh pedagang agar tidak memasuki area kebakaran tersebut. Bahkan dirinya meminta agar para pedagang untuk tidak berjualan di area kebakaran Pasar Tanah Merah sementara waktu.

“Saya harap mereka (pedagang, red) mentaati aturan yakni untuk tidak menerobos garis tanda polisi. Sebab, kebakaran tersebutkan masih tahap penyeledikian kepolisian. Sehingga jika ada barang yang tertinggal atau gimana minta dampingi polisi, pihak kepolisian yang berwewenang,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed