oleh

Tim Monev Sampang Kerap Temukan Kualitas Pengerjaan Jelek

KABARMADURA.ID, Sampang – Tim pelaksana monitoring dan evaluasi (monev) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, berjanji akan terus tingkatkan upaya pemantauan terhadap pelaksanaan program pembangunan, khususnya pengerjaan proyek fisik. Adapun tujuannya, untuk meminimalisir adanya pengerjaan yang berkualitas jelek.

Berdasarkan hasil pantauan tim monev, hingga kini masih sering mendapatkan laporan dan temukan pengerjaan proyek di daerah yang berjuluk Kota Bahari itu, tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kualitas material bangunan yang jelek.

Koordinator tim monev program pembangunan di Kabupaten Sampang Tony Moerdiwanto mengatakan, salah satu tujuan terbentuknya tim monev itu untuk menjembatani kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pejabat pembuat komitmen (PPK), agar kualitas proyek betul-betul dijaga, perencanaan wajib dijalankan sesuai data yang ada.

Kata dia, hingga kini tim monev sudah menemukan sejumlah pelaksanaan proyek yang kualitasnya jelek, diantaranya pembangunan puskesmas dan pengerjaan sarana prasarananya di Pantai Lon Malang. Semua program pembangunan fisik itu dalam pantauan tim monev. Untuk itu, dirinya berjanji akan lebih sering turun langsung ke lapangan.

“Kami sudah mendatangi sejumlah lokasi pengerjaan proyek, salah satunya pembangunan sarpras di Pantai Lon Malang dan Puskesmas Jrengik dan lainnya, yang kerap menjadi temuan rata-rata pada kualitas material bangunan yang tidak sesuai,” ungkap Tony Moerdiwanto kepada Kabar Madura, Selasa (29/09/2020).

Pria yang menjabat sebagai Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Sampang itu menjelaskan, pemantauan terhadap pelaksanaan program fisik agar kualitas bangunan dijaga, mengingatkan pihak pelaksana untuk segera melakukan perbaikan. Harapannya insiden bangunan ambruk pasca pengerjaan tidak terjadi lagi.

“Adanya tim monev ini, pada dasarnya untuk meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan, seperti  bangunan ambruk, kualitas jelek dan semacamnya, maka upaya pemantauan harus terus dioptimalkan sejak awal proses hingga selesai,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sampang Agus Khusnul Yakin membeberkan, untuk pengawasan dari pihak legislatif terhadap pengerjaan pembangunan di wilayah itu akan terus dimaksimalkan. Sehingga kualitas proyek tetap terjaga dan bisa selesai sesuai masa kontrak yang ada. Khususnya realisasi pembangunan sarpras di Pantai Lon Malang dengan pagu anggaran yang mencapai Rp1,8 miliar.

Untuk itu, politisi senior dari Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut mengingatkan, para konsultan pengawas, kuasa pengguna anggaran (KPA), pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dari Dinas terkait agar tetap memaksimalkan pemantauan dan berani bersikap tegas kepada konsultan pengawas dan pelaksana proyek.

“Kalau nanti sudah memasuki injury time, kita mendapatkan laporan, baru akan dilakukan tindakan, berdasarkan hasil koordinasi internal komisi maupun hering bersama OPD terkait,” ulasnya.(sub/mam)

Komentar

News Feed