Tim Penegak Disiplin di Bangkalan Mulai Pertegas PPKM Darurat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) LANGKAH TAKTIS: Pemadaman lampu penerang jalan umum (PJU) merupakan langkah efektif agar masyarakat tidak lagi berkerumun

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat makin diperketat. Sasarannya, masyarakat dan pelaku usaha yang tidak sepenuhnya mematuhi adanya aturan dengan tujuan meminimalisir sebaran Covid-19. Sehingga, menambahkan kegiatan atau alternatif lain sebagai langkah taktis.

Yakni, memadamkan lampu penerangan jalan umum (PJU) pada jam 20.00 hingga 06.00 pagi di tiga titik jalan yang menjadi kerumunan masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang menyebabkan mobilitas tinggi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan Muawi Arifin, Kamis (8/7/2021).

Menurutnya, tiga lokasi PJU, yakni Jalan Soekarno Hatta, Stadion Gelora Bangkalan (SGB) dan Alun-Alun Kota. Pemadaman PJU berlaku hingga penerapan PPKM darurat berakhir, tanggal 20 Juli 2021. Bahkan, pembatasan penumpang kendaraan juga diberlakukan. Untuk kendaraan umum maksimal 50 penumpang dari jumlah muatan total.

“Ini dilakukan, demi mencegah adanya aktivitas atau mobilitas pergerakan masyarakat agar tidak berkerumun. Jadi, selama PPKM darurat ini, masyarakat yang bisa keluar dari rumah hanya yang memakai kendaraan pribadi, baik roda dua maupun empat dan angkutan umum harus menunjukkan surat sehat atau vaksin minimal pertama,” ujarnya.

Tidak hanya sekedar penerapan aturan, akan tetapi tim penegak disiplin juga mengambil tindakan langsung di lapangan. Terutama, bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan (protkes). Kegiatan tersebut, operasi yustisi yang digelar setiap hari. “Di hari pertama total yang tidak menggunakan masker ada 20 masyarakat,” ucap Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino.

Menurutnya, sanksi bagi pelanggar protkes dikenakan denda sebesar Rp50 ribu. Tujuan operasi tersebut, hanya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi protkes Covid-19. Selain itu, sebagai hunting dan patroli agar penerapan PPKM darurat dipatuhi. “Jika dilihat tingkat kepatuhannya mulai membaik,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron berharap, dengan adanya PPKM darurat mampu menurunkan angka kasus Covid-19. “Bagi pelaku usaha yang harus tutup jam 8 malam, kami sedang usahakan bantuan sembako. Kami pastikan ada, tapi masih menunggu pusat seperti apa teknisnya nanti,” responnya. (ina/ito)

Langkah Tegas PPKM Darurat

Padamkan lampu PJU di tiga lokasi

Menggelar operasi protkes

Memberikan jeda waktu beroperasi bagi pengusaha cafe dan resto

Membatasi penumpang bagi kendaraan MPU

Tiga Lokasi Pemadaman PJU

Jalan Soekarno Hatta

Jalan Stadion Gelora Bangkalan (SGB)

Alun-alun kota

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *