Tim Saber Pungli Bangkalan hanya Temukan Dua Kasus Pungli selama Dua tahun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) SEPI PUNGLI: Satgas Saber Pungli Polres Bangkalan hanya temukan dua kasus pungli selama dua tahun terakhir.

KABARMADURA,ID | BANGKALAN-Sepanjang tahun 2020 hingga 2021, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Bangkalan hanya menyelesaikan dua kasus pungli.

Ketua Satgas Saber Pungli Bangkalan Kompol Andjar Setijaningrum melalui Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyogo mengatakan, dua kasus yang telah diselesaikannya itu dikawal hingga sampai persidangan.

Dua kasus tersebut adalah penyalahgunaan Dana Desa (DD) di Desa Lerpak, Geger dan pungli terhadap penerima keluarga harapan (PKH) di Desa Kelebetan, Sepuluh.

“Kasus pungli ini termasuk tindakan korupsi, jadi penyelesaiannya tidak seperti kasus konvensional untuk penanganannya,” katanya, Rabu (24/11/2021).

Saat ditanya berapa jumlah pengaduan kasus dugaan pungli di Bangkalan, AKP Sigit enggan menjelaskan rinciannya. Dia hanya menerangkan, bahwa untuk menangani pungli perlu verifikasi, penyelidikan dan penyidikan.

“Kalau pengaduan kami masih berjalan, jadi ini berbicara penanganan dari polres saja sebagai tim saber pungli,” jelasnya.

Menurutnya, semua wilayah di Bangkalan, baik berupa pelayanan umum, dari swasta maupun pelayanan umum pemerintahan, bisa terindikasi adanya pungli. Tetapi, jenis mana yang didominasi adanya indikasi pungli, AKP Sigit hanya membeberkan bisa dimungkinkan dari oknum masyarakat dan pelayanan umum.

“Siapa pun yang melaporkan, kami akan tangani, begitu pula dengan pelayanan atau instansi apa saja jika ada laporan dan indikasi pungli, pasti akan kami selidiki, kami akan cari informasi dan datanya dengan tim. Di mana itu ada indikasi pungli, pasti kami tindak lanjuti,” tuturnya.

Sejauh ini, berdasarkan penyelidikannya, belum menemukan indikasi pungli tersebut, baik dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan layanan publik. Begitu pula dengan pengaduan masyarakat mengenai adanya pungli ini belum ada laporan yang masuk untuk tahun ini.

“Yang jelas sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Mohni menanggapi adanya tim saber pungli yang belum menemukan indikasi pungli dan klaim tidak adanya laporan dari masyarakat, menurutnya,, hal tersebut semoga benar adanya bahwa Bangkalan bersih dari pungli.

Dia juga meminta agar tim Satgas Saber Pungli ini ke depan selain melakukan penegakan, juga pencegahan.

“Satgas Saber Pungli ini mempunyai tugas pencegahan bukan hanya penindakan saja. Mudah-mudahan dengan pencegahan, pungli tidak pernah terjadi di Bangkalan,” harapnya.

Terpisah, Kepala Inspektorat Joko Supriyono mengaku, selama dua tahun terakhir ini, mulai tahun 2020 hingga 2021, belum ada temuan atau pelaporan pungli. Menurutnya, sejauh ini timnya tersebut lebih cenderung melakukan tugas berupa pencegahan.

“Artinya kalau semisal kasus-kasus pungli hampir tidak ada atau nol, baik berupa pengaduan atau sifatnya laporan. Artinya fungsi pencegahan ini berfungsi sistemnya,” klaimnya.

Sehingga, Joko menegaskan, jika ada pihak yang masih merasakan adanya pungli, diminta segera melapor. Pihaknya berjanji akan menangani sesuai regulasi yang ada. Selama ini, subjek pungli rata-rata berasal dari pegawai negeri sipil (PNS). Untuk itu, dia beserta timnya akan melakukan pengawasan dan verifikasi kebenaran jika ada laporan.

“Jika nanti laporan cukup bukti dan lainnya akan kami tindak. Sejauh ini 2021 tidak ada, begitu pula dengan 2020. Mungkin karena pelayanan cenderung membaik,” tutupnya.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *