oleh

Timor-er Madura, Eratkan Kedekatan dengan Pupuk Kepedulian

KABARMADURA.ID, Sumenep -Kekhawatiran keamanan dan kenyamanan pecinta touring, dijawab dengan mudah oleh komunitas Timor-er Madura. Meski kumpulan penggemar kendaraan klasik, Timor-er Madura tidak pusing dengan berbagai kendala saat touring.

Penggemar mobil klasik jenis sedan Timor untuk wilayah Sumenep ini, tidak gelisah jika alami kendala saat perjalanan jarak jauh. Komunitas pecinta sedan yang jaya di zaman Orde Baru itu, tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Pergi ke mana pun, tidak khawatir jika mogok, akan datang bala bantuan dari anggota komunitas serupa di wilayah setempat.

Timor-er Madura sudah cukul dikenal bagi pecinta jalanan. Komunitas ini sudah didirikan sejak 7 tahun lalu, tepatnya 8 Juni tahun 2013. Bukan komunitas biasa, payung hukum atau legalitasnya sebagai komunitas resmi sudah dikantongi.

Di kabupaten berjuluk Kota Keris sendiri, sudah tergabung 25 orang sebagai anggota. Sedangkan se-Madura, atau dari empat kabupaten yang ad, sudah berjumlah 150 anggota.

Pengurus Timor-er Madura Kordinator wilayah Sumunep Suwandi mengatakan, tantangan menggemari barang-barang antik adalah saat perjalanan jarak jauh.

“Ini kan tidak hanya di Sumenep, di semua kabupaten di Madura ada, termasuk di luar Madura, sehingga jika ada rintangan dalam perjalanan, bisa langsung menghubungi teman di wilayah tersebut, pasti on time, seperti solidaritas yang telah disepakati,” katanya, Minggu (18/10/2020).

Sambil lalu menunggu jadwal touring ke luar Madura, mereka biasanya kerap membuat kegiatan positif untuk mengisi rutinitas bulanan.

Sebab bagi Suwandi, ada hasrat untuk menjadikan Timor-er Madura sebagai wadah, terutama untuk berbagi kebaikan bersama, dalam lingkup kecil sesama anggota, atau secara luas untuk masyarakat.

“Nah dari masing-masing kabupaten biasanya itu ada ajang silaturahmi, sehingga seperti yang dikatakan di awal itu, bisa memberikan kenyamanan, ketika ada kepentingan bepergian tanpa komunitas, bisa saling berkomunikasi, sehingga jika ban kempes dan yang lainnya bisa diatasi bersama,” imbuhnya.

Di Sumenep sendiri, kata pria asal Kecamatan Bluto ini, ada kegiatan rutin setiap bulannya. Dalam menjalin hubungan silaturahmi, tempatnya digelar secara bergilir di rumah masing-masing anggota. Dalam kegiatan itu juga ada upaya meningkatkan nilai-nilai religius.

“Kami itu menggelar tahlilan setiap bulannya, sehingga selain berkumpul juga mendoakan leluhur, sehingga ada manfaatnya,” pungkasnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed