oleh

Timses Fauzi-Eva dengan FJ-Mas Kiai Mulai Saling Serang

KABARMADURA.ID, Sumenep – Permasalahan kepulauan Sumenep menjadi perhatian khusus bagi kedua pasangan calon (paslon) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep 2020.

Paslon nomor 1 Achmad Fauzi-Dewi Khalifah berjanji akan mengupayakan mode trasnportasi udara ke kepulauan. Yakni, program water base guna memberikan pelayanan cepat antara daratan ke kepulauan atau sebaliknya.

Fauzi membeberkan, terdapat dua titik untuk water base, yaitu di Pulau Arjasa dan Masalembu. Dia juga berjanji akan membangun bandara dalam rencana jangka panjang.

Landasan air itu tengah digarap oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep. Water base itu akan menjadi titik landing pesazzwat amfibi. Rencananya, rute tersebut akan melayani ke Masalembu dan Kangean.

“Yang pasti, kami sudah punya plan water base. Itu langkah pertama karena memang waktunya dalam jangka satu periode kan sebentar. Makanya solusi kami water base,” ungkap Tim Sukses (Timses) paslon nomor 1 Hosnan Abrori kepada Kabar Madura, Kamis (12/11/2020).

Selain itu, Hosnan menilai, paslon nomor 2 Fattah Jasin-M Ali Fikri Warits merancang program yang tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat, yakni membangun bandara di kepulauan.

“Kalau mereka berpikir lantas ke bandara, itu mengkhayal bagi kami. Mungkin saja, tapi dalam waktu dekat ini kan bagaimana caranya,” lanjutnya.

Diketahui, Fattah Jasin menyampaikan rencananya untuk membangun bandara di Pulau Kangean. Itu sebagai solusi transportasi cepat dan menjadi alternatif ketika ombak tengah tinggi.

Di samping itu, Ketua Relawan Fattah Jasin-M. Ali Fikri Warits Hairul Anwar, ikut angkat bicara soal rencana water base dari paslon nomor 2. Menurutnya, Fauzi terlalu lambat menyikapi permasalahan di kepulauan.

Hairul menyampaikan, program tersebut bisa dikerjakan dalam waktu singkat. Itu mengingat kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep sudah cukup untuk membiayai tersebut.

Serta, Anwar mengoreksi diksi yang dipakai, yakni water base. Sejatinya, dia menyarankan, paslon nomer 1 menggunakan istilah seaplans.

“Itu sebutnya sudah ide lama. Ide kami. Hanya diklaim sama mereka. Sebetulnya, istilahnya bukan water base. Itu keliru. Dan mengapa baru sekarang mau mengagendakan itu,” tutup Hairul Anwar. (idy/nam)

Komentar

News Feed