oleh

Tindak Lanjuti Tipikor DD Sokobanah Daya, Kejaksaan Turunkan Tim ke Lapangan

Kabarmadura.id/Sampang-Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang mengirim tim terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) realisasi anggaran Dana Desa (DD) di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. Tim tersebut diturunkan untuk mencocokkan hasil audit Inspektorat Sampang dengan temuan tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bulan lalu.

Hal itu dilakukan usai beberapa aktivis di Kota Bahari melakukan aksi ke Kejari Sampang akibat lambannya penanganan dugaan kasus tipikor realisasi DD Di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.

Kasi Pidsus Kejari Sampang Edi Sutomo mengatakan, pihaknya bersama personil Inspektorat Sampang melakukan inspeksi ke lokasi pembangunan irigasi di Dusun Lebak, Desa Sokobanah Daya, yang menghabiskan dana sebesar Rp589.246.000. Anggaran tersebut bersumber dari DD tahun anggaran 2018.

Inspeksi ke lokasi pembangunan itu untuk menindaklanjuti terkait temuan tim ahli yang sudah melakukan pengecekan sebelumnya. Selain itu, inspeksi dilakukan untuk mengetahui kejelasan tentang realisasi anggaran pelaksanaan program tersebut. Dengan demikian, setelah melakukan inspeksi ke lokasi ini bisa dipastikan untuk menindaklanjuti proses hukumnya.

“Saat ini ada tim ahli dan inspektorat yang sedang ke lapangan untuk pencocokan hasil temuanya. Sehingga bisa diketahui untuk ditindaklanjuti. Sebab, kami ingin kasus ini cepat selesai,” ungkapnya, Selasa (18/8/2020).

Surveyor ITS Surabaya, Harun al-Rasyid mengatakan, penelitian terhadap pembangunan tersebut sudah dilakukan. Adapun yang dijadikan sampel yakni berupa material bangunan dan mengukur volume serta dimensi bangunan, dan hasilnya sudah disampaikan ke Kejari Sampang.

Adapun hasilnya, ada tiga jenis hasil laporan yang dilampirkan dalam dokumen penelitian kepada Korps Adhiyaksa Kota Bahari itu. Ketiganya yakni dimensi bangunan, volume bangunan, dan metode pengerjaan bangunan yang diduga merugikan negara itu.

“Untuk hasil penelitian terhadap realisasi bagunan saluran irigasi itu sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Sampang, dan ada tiga berkas yang kami lampirkan sesuai dengan temuan di lapangan,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua JCW Sampang  Moh. Tohir saat melakukan aksi di depan kantor Kejari Sampang menuturkan, berdasarkan hasil ekspos yang dilakukan penyidik pada tanggal 27 Juli 2020 sudah jelas adanya perbuatan pidana yang dilakukan oleh Kades Sekobanah Daya.

Sebab, ada indikasi dugaan tipikor berdasarkan hasil penyelidikan, yaitu terjadi tumpang tindih proyek DD tahun 2018 dengan program APBD Kabupaten Sampang tahun 2014 yang dilakukan dengan sengaja. Selain itu terjadi pemalsuan tanda tangan milik TPK dan Kepala Tukang pada surat pertanggungjawaban (SPJ) yang dilakukan Kepala Desa Sokobanah Daya. Juga, berdasarkan hasil audit tim ahli dari ITS dan inspektorat yang menemukan adanya kerugian negara.

“Bagus jika kasus ini ditindaklanjuti. Sebab, jika ini dibiarkan kami akan melakukan aksi lagi,” singkatnya. (mal/pai)

Komentar

News Feed