oleh

Tinggal di Zona Merah, Gelandang Madura United Kuliah Online

Kabarmadura.id/Pamekasan-Proses belajar-mengajar di tengah wabah Covid-19 berubah menjadi belajar online. Itu seiring penerapan pembatasan mobilitas. Begitu juga dengan yang tengah dijalani gelandang muda Madura United Dhimas Bagus Pangestu.

Ditambah lagi, playmaker ini tengah tinggal di zona merah, yakni Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) per-Senin (20/4/2020) menunjukkan 5 pasien terinfeksi Covid-19, 3 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 93 orang dalam pantauan (ODP).

Dhimas BP yang tengah menyandang status mahasiswa semester 4 Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, terpaksa harus belajar dari rumah.

Seperti yang diceritakannya, proses mengikuti classroom melalui aplikasi online tergantung kesepakatan kelas dengan dosennya. Beberapa aplikasi yang digunakan seperti google classroom, zoom, dan sebagainya.

Sejatinya masih banyak aplikasi lain yang digunakan oleh talenta muda asal Jalan KH. Wahid Hasyim No13 Pamekasan ini. Namun, dia menghapusnya lantaran kapasitas aplikasi yang terlalu memakan banyak tempat di handphone-nya.

“Ada google classroom, zoom, dan banyak yang lainnya. Hanya saja aku sudah hapus, kapasitasnya kan tinggi-tinggi, tidak saya instal semua,” ujarnya.

Selanjutnya, pemilik nomor punggung 70 di Madura United itu menceritakan, belajar di tengah wabah Covid-19 ini hanya tinggal ikut kelas untuk absen tanpa harus ke kampus dan mengikuti jalannya diskusi kelas. Akan tetapi, Dhimas BP menyampaikan, kekurangannya ketika jaringan kurang baik. Ditambah lagi, dia sedang presentasi.

Selain itu, Dhimas BP mengeluhkan soal paket datanya yang cepat habis lantaran mengikuti kelas online dan menginstal aplikasi dengan kapasitas tinggi.

“Ada nyaman dan tidak nyaman. Yang nyaman itu hanya ngabsen dan bertanya. Kalau yang tdak nyaman itu ketika saya presentasi terus jaringan tidak stabil sampai telat  untuk masuk dalam tatap muka tersebut. Paketan juga cepat habis, gara-gara download aplikasi yang terlalu tinggi kapasitasnya,” tandasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed