Tingkatkan Kualitas Kepengurusan, DPW Sumenep Gelar Seminar Capacity Building

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID;SUMENEP-Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas pengurus dan anggota, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumenep menggelar seminar capacity building. Kegiatan itu diharapkan bisa menjadi bekal dalam membangun organisasi, termasuk melayani masyarakat, Rabu (6/10/2021).


Ketua DWP Kabupaten Sumenep Chusnul Khotimah mengharapkan, kegiatan capacity building sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas dan kemampuan kepengurusan. Sehingga nantinya bisa menciptakan gerakan-gerakan yang bisa menjadi pioner dalam melakukan perubahan.


“Dengan kemampuan, keterampilan yang berkembang pengurus dan anggota Dharma Wanita Sumenep harus menjadi pioner dalam melakukan perubahan, dan ditularkan kepada masyarakat luas,” ucapnya, Rabu (6/10/2021).

Ima sapaan akrab dari istri Sekretariat Daerah (Sekda) Sumenep itu menambahkan, ada beberapa poin penting yang akan dibahas dalam memberikan bekal pada pelatihan tersebut. Di antaranya kajian hukum. Hal tersebut juga disesuaikan dengan tema “Peran istri aparatur sipil negara (ASN) dalam pencegahan tindak pidana korupsi”.

Dikatakannya, anggota dharma wanita sebagian besar merupakan istri dari para petinggi di Sumenep, mulai dari kepala dinas, kepala bidang dan yang lainnya. Maka dari itu, tujuan dalam kajian hukum sebagai upaya agar menjadi bagian dari penggerak anti korupsi.

Materi lain dalam pelatihan itu, tentang pembekalan psikologi, sebab perempuan mempunyai kontrol terhadap keluarga. Kreativitas perempuan sangat menentukan dalam pengembangan-pengambangan yang mengarah pada hal-hal positif.

“Kami beri pemahaman tentang agama. Sesuai prinsip rumahku surgaku, itu terwujud juga karena kehadiran perempuan terutama sebagai istri-istri yang secara kualitas dan kuantitas sudah komplit,” imbuhnya.

Sementara itu, Penasehat DWP Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi mengatakan, banyak sikap dan karakter yang harus dilestarikan, mulai dari tradisi gotong royong, menjunjung toleransi, dan membantu menjadi pelayan warga Sumenep. Hal itu akan terwujud dengan bekal pengetahuan yang mumpuni.

Dijelaskannya, kegiatan capacity building ini sebagai bentuk upaya memperkuat kapasitas individu, kelompok dan organisasi, agar terwujud kehidupan yang penuh keseimbangan.

“Saya ingin memberikan ilustrasi perumpamaan cangkir dan ember untuk
menyederhanakan makna dari capacity building. Bahwa cangkir hanya bisa menampung air sebatas kapasitas cangkir. Ember hanya bisa menampung air sebatas kapasitas ember. Apa yang terjadi kalau semua air di satu ember dituangkan ke dalam satu cangkir. Tentunya akan penuh dan air tumpah ke mana-mana, maka kapasitas diri harus selalu ditingkatkan,” tukas istri orang nomor satu di Kota Keris ini.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *