Tingkatkan Kualitas, RSU Sumekar Melayani Pasien Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) LUAR BIASA: RSU Sumekar akan meningkatkan pelayanan dengan membuka dan melayani pasien Covid-19.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan, kini Rumah Sakit Umum (RSU) Sumekar di Jalan Arya Wiraraja, Nomor 99 Lingkar Timur Desa Kolor, Kecamatan Kota, Sumenep, akan menerima pasien Corona Virus Disease (Covid-19). Pelayanan itu akan dibuka secara resmi pada awal Februari mendatang.

Ketua Yayasan Asri Husada Sumenep yang menaungi RSU Sumekar Ach. Novel mengatakan, dibukanya pelayanan untuk pasien Covid-19 karena melihat perkembangan yang saat ini masih tinggi. Serta kondisi tempat yang ada seperti di Islamic Centre kurang memadai.

Bacaan Lainnya

“Kami mengusahakan semaksimal mungkin untuk pemenuhan pasien Covid-19,” katanya, Rabu (27/1/2021)

Dijelaskan Novel, fasilitas untuk pasien Covid-19 diantaranya 21 tempat tidur. Rinciannya, untuk very important person (VIP) sebanyak 3 tempat tidur, kelas I sebanyak 2, Kelas II sebanyak 4, dan lainnya sebanyak 12 tempat tidur.

“Kami sudah siap, dan saat ini sudah dilengkapi, salah satunya tekanan negatif dan alat peralatan lainnya, insya Allah pada Februari 2021 sudah siap melayani pasien Covid-19” ujarnya.

Instansinya, lanjut dia, sudah membuka pendaftaran, dan sudah melaksanakan tes untuk tenaga medis (nakes) yang akan melayani pasien Covid-19, setidaknya sudah dipersiapkan 6 hingga 7 nakes, cleaning service serta pemulasaran dan lainnya, serta dokter dan lainnya.

“Hal ini juga merupakan partisipasi melihat perkembangan Covid-19 semakin meningkat,” ucapnya.

Dia berjanji, jika ada kekurangan akan melengkapi sesuai kebutuhan yang ada, sambil lalu berjalan, terpenting  dari awal sudah ada komitmen untuk melayani dengan maksimal.

“Jadi, kami sudah siap, dan terus memperjuangkan kebutuhan yang ada,” tegasnya.

Novel menambahkan, akan mengundang psikolog serta para tokoh agama untuk memberikan pemahaman terhadap nakes bagaimana cara melayani pasien Covid-19 yang tidak menyalahi aturan secara agama.

“Untuk jumlah tenaga medis RSU Sumekar secara keseluruhan sebanyak 100 lebih,” paparnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, jika perawat yang akan melayani melayani pasien covid-19 dengan sistem gantian atau shift. Sehingga, tidak kewalahan dan dapat dilayani dengan maksimal. Harapannya, nakes dapat melayani secara maksimal sesuai prosedur yang ditentukan.

“Nanti ada klaim pasien Covid-19 serta insentif nakes yang akan diajukan pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” tuturnya.

Diketahui, embrio RSU Sumekar pada mulanya dari sebuah rumah bersalin Sumekar Husada Sumenep, sebuah klinik yang berdiri tanggal 10 Januari 2010 dengan kapasitas 10 tempat tidur yang dikelola untuk melayani cakupan partus normal (kandungan).

Gagasan pendirian rumah sakit muncul pada tahun 2011 untuk menaikkan status dari rumah bersalin menjadi rumah sakit umum dengan pertimbangan lokasi yang memungkinkan dan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Sumenep. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *