oleh

Titik Lemah Pembelajaran Tatap Muka Masih Terjadi

Kabarmadura.id/SUMENEP-Uji coba pembelajaran tatap muka di tingkat sekolah dasar negeri (SDN) dan sekolah menengah pertama negeri (SMPN) sudah dilaksanakan sejak (1/9/2020). Namun Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) Mohammad Suhaidi berpandangan, masih ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki.

Kelemahan yang dimaksud adalah kedua orangtua siswa masih belum dapat mengantar siswanya ke sekolah. Padahal, siswa dan siswi SMPN maupun SDN masih sangat labil dan pemahaman pemenuhan protokol kesehatan masih lemah. Sehingga menjadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep.

“Seharusnya, orangtua dapat mengantarkan anaknya ke sekolah,” katanya, Minggu (06/09/2020).

Atas kenyataan itu, Disdik Sumenep pada Senin (7/9/2020) akan meninjau kembali sejauh mana perkembangan siswa dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun secara umum, kata Suhaidi, pembelajaran tatap muka sudah berjalan sesuai harapan. Yakni, cuci tangan, bermasmaker dan penerapana protokol kesehatan lainnya.

“Mengenai alat protokol kesehatan, alhamdulillah sudah terpenuhi,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep Carto mengatakan, pembelajaran tatap muka yang sudah dilaksankan bukan uji coba, namun akan terus menerus dilakukan hingga terbit surat edaran baru.

“Ini bukan uji coba. Tetapi, terus dilakukan,” ujarnya.

Pembelajaran tatap muka tingkat SMP, hanya membolehkan 16 siswa di setiap kelas. Khusus SD, hanya diberlakukan dari kelas 4 hingga kelas 6. Mengenai adalanya kelemahan, dianggap biasa.

“Meskipun ada kesalahan kan masih ada kesempatan untuk diperbaiki,” pungkasnya. (imd/waw)

 

 

 

 

Komentar

News Feed