oleh

Titik Proyek Pelabuhan Gili Iyang Bergeser, Dicurigai Labrak DED

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pelabuhan Gili Iyang dinilai tidak sesuai detail engineering design (DED). Bahkan, saat ini pembangunannya sudah bergesar dan tidak sesuai titik kordinat sebelumnya.

Sebagaimana diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Sumenep Masdawi, pergeseran titik kordinat itu, diduga ada kepentingan semata antara pemilik tanah dengan Dinas Perhubungan Kabupaten (Dishub) Kabupaten Sumenep. Sebab, terjadi perubahan dari DED.

“Sebenarnya, Dishub atas kesepakatan gubernur apa tidak. Sebab, bantuan tersebut langsung muncul dari gubernur Jatim senilai Rp17 miliar untuk Gili Iyang dan Rp35 miliar di Dungkek,” katanya Selasa (8/10/2019).

Diketahui, angaran proyek tersebut senilai Rp17 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Perencanaan itu dilakukan bersama kepala desa, camat dan Dishub Sumenep. Dalam perencanaan itu, ada titik dan gambarnya. Namun, ungkap Masdawi, menjelang dibangun, semuanya berubah tanpa ada koordinasi.

“Proyek fisik itu saat ini sudah mulai tidak sehat,” tegasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Sumenep Dadang Dedi Iskandar menegaskan, rencana pembangunan fisik itu sudah sesuai dengan rencana yang ada. Sebab, pihaknya sudah memantau lokasi. Sehingga, proyek itu akan langsung digarap.

“Intinya tidak ada perubahan, saat ini sudah proses lelang dan tinggal pelaksanaannya, jika tidak selesai di tahun ini, maka di tahun 2020,” tuturnya.

Rencananya, dermaga Gili Iyang diproyeksikan menjadi pelabuhan berstandar nasional. Mengingat, Pelabuhan Dungkek ini juga akan menjadi akses menuju Pulau Wisata Oksigen di Gili Iyang. Harapannya, pelabuhannya juga diusahakan mengacu pada standar yang ditentukan.

Selain itu, nanti juga akan dibangun penyeberangan khusus hewan. Selama ini, sapi yang akan diangkut biasanya berenang sebelum naik ke kapal. Pembangunan fasilitas khusus naik turun hewan ternak tersebut rencananya juga akan disediakan.

“Nantinya pelabuhan itu bakal indah dan bakal dapat digunakan sebagaimana yang diharapkan masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya. (imd/waw)

Komentar

News Feed