oleh

TKI Sumbang Tingginya Angka ODR di Bangkalan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Melonjaknya orang dalam resiko (ODR) Covid-19 di Bangkalan, cukup signifikan. Mereka adalah orang yang baru bepergian dari luar negeri atau melakukan perjalanan di wilayah wabah Covid-19.

Salah satu penyumbang tingginya angka ODR adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang ke Bangkalan. Namun banyak TKI itu yang tidak mengantongi paspor atau surat-surat lengkap.

Sedangkan penanganan pencegahan merebaknya Covid-19 dari kedatangan TKI, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan hanya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Sementara untuk pemeriksaan lebih lanjut, belum dilakukan.

Menurut Ketua Satgas Penanganan Bencana Non-alam dan Penanganan Percepatan Covid-19 Bangkalan Setijabudhi mengatakan, pemantauan terhadap TKI dilakukan selama 14 hari. Jika dalam waktu tersebut mengalami gejala sulit bernafas dan demam, dia meminta mereka untuk melapor.

“Ada 5 protokol dan salah satunya kami harus melakukan koordinasi dengan keimigrasian Jawa Timur,” katanya.

Sebelumnya, kata Budhi, Pemkab dan Dinkes Bangkalan kesulitan dalam mendata siapa saja yang baru datang dari luar negeri. Sebab, di Bangkalan didominasi TKI ilegal. Akhirnya, pihaknya meminta bantuan kepolisian untuk mendata, utamanya yang tinggal di pelosok desa.

Banyaknya TKI ilegal yang pulang, tutur Budhi, kendala tidak adanya paspor dari kantor imigrasi sudah tidak terlalu jadi masalah, karena kedatangan TKI ilegal itu pasti akan diketahui, karena yang melalui Kuala Lumpur, Singapura atau Brunei Darussalam, sudah langsung tercatat. Kemudian Dinkes Bangkalan berkoordinasi.

Sementara itu, setidaknya ada 253 TKI yang baru pulang dari luar negeri per 22 Maret lalu. Namun Dinkes Bangkalan belum memberikan klarifikasi secara resmi mengenai kondisi kesehatannya. Dia hanya menuturkan, semua ODR itu masih dalam keadaan sehat, karena tidak ada tanda-tanda batuk atau demam.

“Kondisinya sehat semua, normal tidak ada keluhan. Hanya ODR, karena baru kembali dari negara terdampak atau pernah melakukan perjalanan di wilayah yang terpapar virus itu,” tukasnya.

Sejauh ini, lonjakan tajam ODR masih terjadi di Bangkalan, setidaknya ada 989 jiwa yang masuk kategori ODR dan 89 orang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan 1 pasien kepulangan dari Afrika yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP). (ina/waw)

Komentar

News Feed