Tokoh Madura Tegaskan Ucapan Holi Bukan Wakili Suku Madura

  • Whatsapp
DARI KIRI: Ketua PC Ansor Bangkalan, Ra Hasani Zubair, Sekretaris Ikama Jatim, Asmawi Munilam, Ketua PC Ansor Sumenep, M. Muhri, Anggota DPRD Jatim, Mathur Husyairi dan Bupati Landak, Kalbar, Karolin Margret Natasa.

Kabarmadura.id-Beberapa hari ini, pernyataan pria kelahiran Sampang Lutfi Holi dalam bentuk video tengah viral di youtube dan beredar media sosial lainnya. Pernyataannya yang mempertanyakan raja dan kerajaan Suku Dayak, serta menguraikan sejarah, membuat tersinggung warga Suku Dayak.

Namun, para tokoh di Madura memastikan bahwa pernyataan Lutfi Holi itu tidak mewakili masyarakat Madura, sehingga dia layak mendapat tindakan dari penegak hukum.

Seperti diungkapkan Sekretaris Ikatan Keluarga Madura (Ikama) Jawa Timur (Jatim) Asmawi Munilam, pernyatan Holi tidak merepresentasikan warga Madura. Dengan begitu, dia meminta agar warga kedua suku, Madura dan Dayak, tidak terprovokasi dengan pernyataan tersebut.

“Itu mewakili pribadinya. Itu membuat masyarakat atau suku yang lain, khususnya Suku Dayak tersinggung,” ujarnya.

Selain mengimbau kepada warga kedua suku tidak terpancing, masyarakat Madura yang berada di Kalimantan Barat dan mana pun juga diminta tidak ikut terprovokasi.

Bahkan, Asmawi juga mendatangi markas Kepolisian Daerah (Polda) Jatim guna memastikan Holi sudah diamankan, Kamis (28/5/2020) pagi. Baru ketika siang menjelang sore, dia mendapatkan informasi dari Polda Jatim, Holi sudah diamankan.

Sebagai pengurus Ikama Madura, dia juga tidak setuju dengan pernyataan itu. Sehingga menurutnya, Holi layak diproses secara hukum, agar tidak lagi menyulut konflik antarsuku.

Di samping itu, Asmawi juga meminta maaf atas tindakan Holi yang teridentifikasi kelahiran Sampang, namun tinggal di Surabaya itu

“Menyayangkan pernyataan saudara Holi, yang membuat saudara kami Suku Dayak tersinggung. Kami juga meminta maaf kepada saudara kami Suku Dayak, apabila saudara kami Madura membuat pernyataan yang membuat tersinggung. Misalnya saudara Holi diproses secara hukum, kami setuju biar yang berwajib memproses. Karena, itu ujaran kebencian, memancing-mancing,” pungkasnya.

Sementara itu,  Bupati Landak, Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa melalui unggahan video yang tersebar di media sosial, mengimbau masyarakat Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, terutama warga Dayak yang  tetap tenang dan tidak terprovokasi, karena aparat kepolisian mengambil langkah hukum.

“Masyarakat Kalimantan Barat tetap tenang dan jangan terprovokasi. dalam kondisi wabah Covid-19 ini mungkin saja ada pihak-pihak yang mencoba memancing di air keruh. Kita harus bisa menjaga diri kita, menjaga keluarga kita, menjaga wilayah kita, biarkan aparat untuk melaksanakan tugasnya. Sehingga yang bertanggungjawab mendapatkan hukuman yang setimpal yang berlaku di negara kita,” ujarnya.

Sejumlah tokoh Madura lainnya juga turut mengomentari masalah tersebut, salah satunya Anggota DPRD Jawa Timur asal Madura yang Lahir di Kalimantan Barat Mathur Husyairi. Bahkan Mathur menyampaikan pernyataan atas nama dirinya dan warga Madura, bahwa yang dikatakan Holi tidak pantas dan bisa mengoyak toleransi dan persatuan bangsa.

“Saya secara pribadi dan atas nama warga Madura sangat menyayangkan pernyataan dari saudara Holi. Saya tidak tahu bagaimana background saudara Holi, apakah dia punya trauma masa lalu. Tapi yang jelas apapun alasannya, ini sangat tidak baik untuk menjaga toleransi dan persatuan kami,” ujar Mathur.

Pria yang juga lahir di Kalimantan Barat ini menilai, pernyataan tersebut sudah masuk ranah hukum.

“Saya sudah dapat informasi sudah diamankan oleh Tim Cyber Polda Jatim, katanya ini masuk ke ranah Undang-Undang ITE. Saya lega karena dia tidak dibiarkan berkeliaran,” tegas politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini.

Ketua PC Ansor Bangkalan Ra Hasani Zubair juga menyayangkan hal itu. Menurutnya, kalimat yang diucapkan Holi sangat provokatif dan mengecam siapa pun, tidak hanya kedua suku. Dia juga sependapat bahwa pernyataan itu sama sekali bukan mewakili suara warga Madura.

“Sekalipun beberapa organisasi Madura yang ada di Kalbar, ini kan mengecam siapapun ketika sudah memberikan komentar yang provokatif. Saya harap aparat segera menangkapnya ditindak  sesuai hukum yang berlalu,” ucap Ra Hasani.

Sementara itu, Ketua PC Ansor Sumenep M. Muhri menilai, pelaku pembuat pernyataan provokatif itu perlu mendapat nasihat yang baik. Dia meyakini, Holi belum memahami dampak dari ucapannya, atau sekedar ingin terkenal. Sehingga perlu didalami motifnya. Sebab, dapat menyulut konflik horizontal.

 “Saya yakin orang ini anak baru gede, ingin terkenal, tidak tahu motifnya. Kita ingin damai, berbeda suku, bahasa. Ini perlu diberi pelajaran, perlu diingatkan oleh aparat. Kalau dia sudah dewasa segera diproses lah, tidak baik ini,” kata Muhri. (idy/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *