Tolak Pasien Bersalin, DKR Sudah Siap Laporkan RS. Nindhita

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) ANCAMAN: Dinilai tidak manusiawi, RS. Nindhita akan dilaporkan ke APH.

KABARMADURA.ID, Sampang  – Untuk menindaklanjuti adanya pasien bersalin yang ditolak Rumah Sakit (RS) Nindhita, anggota Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sampang akan melaporkan aparat penegak hukum (APH).

Laporan tersebut untuk memberi peringatan serta sebagai efek jera kepada rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Selain itu, karena rumah sakit tersebut memang sering bermasalah, salah satunya meenarik biaya tambahan kepada pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Bacaan Lainnya

DKR mengambil langkah tersebut, lantaran setelah dua kali aksi dan dua kali dimediasi Dinas kesehatan (Dinkes) Sampang, tidak kunjung menemukan titik temu.

Humas DKR Sampang Maushul Maulana dengan tegas menyampaikan bahwa kasus tersebut akam tetap ditindaklanjuti hingga tuntas. Bahkan dalam waktu dekat akan melaporkan RS. Nindhita ke aparat penegak hukum (APH) di Sampang.

Namun, untuk saat ini, pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti kasus yang pernah terjadi di rumah sakit tersebut, sehingga jika semuanya terkumpul, surat laporan akan segera dilayangkan, maksimal 10 hari.

“Selama ini, pihak RS seperti tidak merasa kalau punya salah dengan masyarakat, padahal kami akan laporkan ke APH dan bukti-bukti sebagian sudah ada,” ungkapnya, Selasa (20/10/2020).

Ditambahkan, dalam mengawal kasus tersebut, pihaknya tidak main-main. Karena penolakan terhadap pasien yang hendak melahirkan itu sangat tidak manusiawi.

Sehingga untuk menyelesaikan kasus tersebut, pihaknya meminta terhadap pemerintah untuk segera mencabut izin praktik atau izin operasionalnya.

“Ini urusan nyawa, dan jika ini dibiarkan malah menjadi percontohan bagi yang lainnya,” imbuhnya.

Bahkan pihaknya akan membuka posko pengaduan terkait adanya kasus yang terjadi di rumah sakit, baik RS. Nindhita maupun rumah sakit lainnya. Sebab, dirinya menilai banyak masyarakat yang menjadi korban, baik tekait pasien BPJS mapun pelayanan lainnya.

“Dua hari lagi kami akan buka posko pengaduan, dan tujuan kami agar pelayanan di semua rumah sakit sesuai dengan prosedur,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur RS. Nindhita dr. Turah menuturkan bahwa rumah sakit tersebut hanya jadi korban. Sebab, dari bidan yang membawa ke rs tersebut tidak ada komunikasi.

“Kami ini hanya korban, karena seandanya bida yang mengantatkan ke rumah sakit kominikasi dulu mungkin tidak seperti ini,” katanya. (mal/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *