Tolak Pasien Cuci Darah, Standar Layanan RSUD Sampang Diragukan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) ABAI: Petugas RSUD dr. Moh. Zyn diduga mengusir dan tolak layani pasien yang hendak cuci darah dengan alasan cuti bersama.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Kualitas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh Zyn Sampang masih diragukan.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, pasien atas nama Amanuddin(45) asal Kecamatan Ketapang, Sampang, ditolak untuk melakukan cuci darah oleh petugas medis rumah sakit itu. Selain itu, dia juga diusir saat hendak melakukan konsultasi. Sementara kondisinya semakin lemah karena tidak segera mendapatkan pelayanan hemodialisa (HD) atau cuci darah.

Bacaan Lainnya

Atas kejadian itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, Fadol menegaskan bahwa rumah sakit merupakan salah satu lembaga terhadap pelayanan masyarakat. Pengusiran yang dialami warga merupakan tindakan menyalahi kode etik petugas medis.

“Tidak ada alasan bagi petugas medis untuk menolak pasien. Apalagi menolak untuk berkonsultasi,” katanya.

Fadol menegaskan tidak cukup menyalahkan oknum petugas medis itu, namun standar operating prosedur (SOP) yang perlu dievaluasi. Sebab, petugas medis tidak melakukan pelayanan berdasar aturan di internal. Sehingga, perlu adanya evaluasi komitmen manajemen untuk melayani kesehatan.

Ditegaskan pula, tidak alasan cuti bersama tapi pelayanan ditutup. Sebab petugas rumah sakit berbeda dengan lembaga lainnya. Pelayanan terhadap masyarakat harus tetap dilakukan.

“Tidak ada alasan cuti bersama. Setidaknya ada pemberlakuan jadwal. Sebab jadwal cuci darah setiap pasien ada yang tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, tidak hanya penolakan pelayanan cuci darah yang ditolak. Tapi pengusiran terhadap pasien juga tidak dibenarkan. Sebab pasien perlu diberi pengarahan jika memang pelayanan cuci darah tidak bisa dilakukan.

Fadol meminta ada teguran keras bagi petugas medis yang mengusir pasien. Sebab, jika memang pelayanan cuci darah ditutup, mestinya dijelaskan, sehingga ada solusi berikutnya. Terlebih, hal itu juga berkaitan dengan keselamatan jiwa. Sehingga pelayanan konsultasi tetap harus dilakukan.

Selain itu, disarankan agar pelayanan sejenis tidak perlu ikut libur jika ada cuti bersama. Sebab, yang sifatnya mendesak harus segera dilayani tidak bisa ditunda.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Moh Zyn Sampang, dr Titin Hamidah belum bisa memberikan keterangan. Berusaha didatangi ke meja kerjanya tidak berhasil. Bahkan, dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak tersambung. (man/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *