Toman Official Jadikan Musik sebagai Sarana Aktualisasi Diri dan Raup Rezeki

News19 Dilihat

KABARMADURA.ID | Pekerjaan paling menyenangkan ialah yang sejalan dengan hobi. Seperti hobi bermusik yang diganderungi oleh personel Toman Official. Grup band yang diprakarsai pemuda Sampang ini dapat dijumpai setiap care free day (CFD).

ALI WAFA, SAMPANG

Jalan Wijaya Kusuma selalu padat setiap Minggu pagi. Masyarakat menikmati hari libur dengan berjalan santai di CFD. Di tepi jalan, nampak sekelompok pemuda sedang bermain musik.

Perpaduan beberapa alat musik dibalut dengan lagu pop Melayu menjadi hiburan di CFD.

Alunan lagu itu membuat suasana Minggu pagi di Sampang terasa seperti di Jogjakarta. Toman Official mampu menghipnotis setiap telinga. Tanpa disadari, bibir pengunjung ikut menyanyikan lagu yang bersayup di telinganya. Penjual cimol pun ikut menikmatinya, sampai kurang fokus melayani pembeli.

Toman Official. Sebuah nama yang unik. Dua suku kata yang diadopsi dari nama pendirinya. Yaitu Tomi dan Pinkman. Grup musik itu dibentuk oleh keduanya pada 20 Januari tahun 2019. Seiring berjalannya waktu, personel mereka bertambah menjadi lima orang.

Baca Juga :  Jiwa-Jiwa yang Sakit

Tomi sebagai vokalis. Pinkman berada di sampingnya sebagai keyboardis. Sebagai gitaris, petikan Thoriq selalu mengimbangi irama lagu. Angga memegang bass. Sementara di bagian belakang, Wafik tampak ekpresif memainkan drum. Kelima mahasiswa itu dipertemukan oleh musik.

“Kami disatukan oleh hobi dan semangat yang sama untuk mengikuti tren,” ucap Pinkman kepada Kabar Madura, Minggu (27/11/2022).

Setiap malam, penampilan Toman Official dapat dijumpai di pusat jajanan serba ada (pujasera). Lokasinya di samping gelanggang olahraga (Gor) tenis indoor. Selain di CFD dan pujasera, Toman juga tampil di kafe-kafe menghibur para pengunjung.

Tidak hanya itu, Toman juga kerap mengisi berbagai event. Mulai dari wedding, hingga kegiatan komunitas di beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Madura. Bahkan, Toman juga pernah memeriahkan kegiatan E-Sport Indonesia (ESI) di Pamekasan beberapa waktu lalu.

Dari bermusik, Toman mampu mendatangkan pundi-pundi rupiah. Sekali tampil, bisa membawa pulang uang Rp400 ribu sampai Rp1 juta. Uang itu dikumpulkan untuk melengkapi peralatan musik. Semua alat musik yang digunakan hasil jerih payah mereka sendiri.

Baca Juga :  KPS Aktif Kampanyekan Seni Rupa, Pernah Gelar Pameran di Hutan Hingga Jalan Kaki ke Sumenep

Namun sayangnya, sampai saat ini, Toman Official belum memiliki studio. Padahal, tahun depan, Toman akan segera merilis sebuah lagu original. Karena bagi mereka, sebagai grup musik, tidak baik juga bila hanya bisa mengkaver lagu orang.

“Target kami selanjutnya akan mencoba peruntungan di luar Madura. Sehingga bisa dikenal di kancah nasional,” ujar Pinkman penuh optimistis.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *