oleh

Tongkos, Warisan Budaya Kerajaan di Madura Bagian Barat

Kabarmadura.id/Bangkalan-Bangkalan memang tidak memiliki keraton sebagaimana Sumenep dan Pamekasan. Namun, ada warisan budaya kerajaan yang masih bisa ditemui hingga saat ini, yakni tongkos. Tongkos merupakan songkok khas Bangkalan yang masih dilestarikan hingga saat ini. R Muhammad bin Rahmat merupakan salah satu sosok warga Bangkalan yang tetap setia menjadi pengrajin tongkos hingga saat ini.

MOH SAED, BANGKALAN

Tongkos merupakan salah satu warisan Kerajaan Cakraningrat, yaitu Panembahan Sidomukti. Tongkos tersebut tetap bertahan sampai saat ini karena sering dipakai oleh golongan masyarakat ketika ada acara penting seperti memperingati hari jadi Bangkalan dan semakin melambangkan bahwasannya tongkos bisa menarik masyarakat untuk mencintai peninggalan sejarah.

R Muhammad bin Rahmat adalah salah seorang pengrajin Tongkos yang tetap bertahan sampai saat ini. Pengrajin dari Desa Durinan tersebut memilih bertahan bukan semata untuk kepentingan ekonomi, tetapi ingin melestarikan warisan budaya. Hingga kini, telah ratusan tongkos buatannya yang terjual. Yang memesan dari berbagai kalangan masyarakat dengan harga bervariasi. Tergantung jenis batik dan model yang diinginkan.

Ia mengakui, minat masyarakat terhadap tongkos tersebut semakin meningkat. Hal itu disebabkan oleh mulai meningkatnya kecintaan terhadap peninggalan leluhur.

Selama menekuni program tersebut, omset yang didapat tidak menentu. Sebab dirinya tidak pernah menetapkan target penjualan dan keuntungan. Akan tetapi jika ada banyak pemesanan dari pemkab atau DPRD untungnya juga lumayan besar. Kemungkinan sekitar Rp 30-70 ribu per hari.

Ia mengaku menekuni kerajinan tersebut sejak 2015 lalu. Proses pembuatannya tidak rumit, hanya saja tergantung ke model dan jenis batik yang digunakan. Jika pesanan biasa, proses pembuatannya hanya sekitar 1 jam. Sementara jika pesanan banyak dan rumit, proses pembuatan bisa berlangsung hingga 1 minggu.

R Muhammad menjelaskan dalam pembuatan tongkos tersebut ada dua macam seperti tongkos yang sering dipakai sehari-hari. Prosesnya lebih mudah dan cepat namun jika tongkos yang akan digunakan oleh orang-orang penting masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal itu karena masih ada pemrosesan khusus agar lebih menarik.

“Dalam pembuatan tongkos tersebut agar lebih bagus, kita sering menggunakan kain batik. Setelah itu itu dengan lipatan yang memiliki ciri khas tersendiri seperti 4 lipatan tongkos tersebut seperti cumi yang sedang bersenggama,”ujarnya.

Ia berharap, masyarakat  tetap memakai tongkos dan menjadikannya sebagai pakaian sehari-hari. Sebab, tongkos merupakan salah satu peninggalan kerajaan Barat Madura. Untuk itu, seharusnya tongkos tersebut mendapatkan perhatian masyarakat agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat di dalam Madura maupun di luar Madura.

“Saya berharap masyarakat bisa memiliki daya tarik terhadap tongkos sebab tongkos salah satu pakaian peninggalan kerajaan serta memiliki nilai seni tersendiri,” terang R Muhammad. (pai)

Komentar

News Feed