Tower Telkom di Jalan Cemara Bahayakan Warga, Belasan Tahun Tidak Berfungsi dan Tidak Bayar Pajak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) TAKUT ROBOH: Rombongan Komisi I DPRD Pamekasan saat meninjau langsung tower milik PT. Telkom di Jalan Cemara Kembar Pademawu.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan menerima laporan dari warga Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu, bahwa di Jalan Cemara Kembar terdapat tower bertahun-tahun tidak berfungsi. Tower tersebut dianggap mengancam keselamatan warga saat terjadi cuaca buruk, karena kondisinya tidak terawat.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Imam Khosairi, tower tersebut milik anak perusahaan PT. Telkom Indonesia yaitu PT. Tower Bersama Group. Pihaknya meminta agar Telkom segera mengambil tindakan, apakah tower tersebut akan difungsikan kembali atau tidak. Pihaknya memberi waktu konfirmasi selama satu minggu.

Bacaan Lainnya

“Sehingga kami turun ke lapangan untuk meninjau langsung. Kemudian diundang untuk rapat koordinasi dengan Satpol PP, Kominfo dan Telkom,” ucap Imam.

Jika dalam waktu satu minggu pihak Telkom tidak mengkonfirmasi, pihaknya akan merobohkan tower itu dan akan menjual konstruksi bangunannya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, tower itu telah bertahun-tahun tidak berfungsi dan tidak membayar pajak. Sementara lokasi tower berdekatan dengan perumahan warga dan lembaga pendidikan.

“Kami juga minta agar seluruh tower di Pamekasan diinventarisir, mana yang tidak dipakai, dan mana yang dipakai, termasuk perizinannya,” terang politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Manager Access Operation PT. Telkom Pamekasan Wayan Sunarya mengungkapkan, tower tersebut tidak beroperasi sejak Telkom bermitra dengan Indonesia Digital Home (Indihome) sejak tahun 2000. Namun demikian, pihaknya masih menginginkan agar tower itu bisa beroperasi kembali. Sebab, lahan yang ditempati tower telah tersertifikasi sebagai milik PT. Telkom.

“Kami berharap tower itu dioperasikan lagi dengan membangun tower telkomsel di sana. Sehingga masyarakat di sana bisa telepon lebih cepat,” ucap Wayan. (ali/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *