oleh

TPA Penuh, Sumenep Terancam Banjir

KABARMADURA.ID, Sumenep -Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep mulai penuh. Atas kondisi itu, dikhawatirkan melubernya sampah di tempat penampungan mengakibatkan terjadinya penyumbatan saluran. Sehingga, menyebabkan terjadinya banjir.

Sejatinya, TPA Sampah tersebut telah mendapat sorotan sejak tahun 2019. Namun, instansi yang membidangi persampahan belum melakukan perluasan. Hal ini diakui, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Ernawan Utomo, Rabu (04/11/2020).

Menurutnya, salah satu kendala belum bisa memperluas daerah persampahan lantaran nihilnya anggaran, yang tengah dialihkan terhadap penyebaran wabah Covid-19 tahun ini. “Insyallah di tahun 2021 akan kami usahakan. Itu seiring dengan tahun depan masih mengalokasikan anggaran terhadap penanganan dan pemulihan Covid-19,” ujarnya.

Kendati demikian, Ernawan Utomo mengaku, mempunyai solusi untuk mengtasi persoalan tersebut. Salah satunya, akan membuat gunung sampah layaknya TPA di dekat Stadion Gelora Bung Tomo (SGBT) Surabaya atau seperti TPA sampah di Bandung. Hanya saja pihaknya sebatas bisa memastikan, cara itu bisa bertahan hingga setahun setengah.

“Rata sudah lubangnya, sudah habis. Sekitar bisa bertahan satu tahun setengah,” jelasnya ketika ditemui di ruang kerjanya.

Walaupun sulit menggantungkan nasib terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumenep, dia tetap akan berusaha. Yakni dengan anggaran mengajukan ke pusat. Namun, jika dua langkah itu mengalami kebuntuan, maka akan memaksa APBD 2022 sudah dialokasikan guna menghindari komplain dari masyarakat.

“Saya target 2022. Harapannya sudah selesai. Kalau tidak, APBD 2022 saya tekan atau mau dapat komplin dari masyarakat,” sambungnya.

Sejatinya, DLH sudah memiliki lahan seluas 9 hektar. Namun, sudah terpakai dengan TPA sampah, kantor, jembatan timbang, dan parkir. Saat ini, masih tersisah 6,5 hektar. Dalam rencana ke depan, pengajuan perluasan itu hanya akan digunakan untuk membangun TPA sampah kembali, dengan luas 1 hektar. “Sekitar Rp15 miliar kalau 1 hektar,” sebut Ernawan.

Sedangkan, Anggota Komisi IV DDP RI Slamet Ariyadi menjelaskan, tahun 2021 memang ada alokasi anggaran tentang penanganan sampah. Hanya saja, belum pasti titik-titik yang akan mendapatkan bantuan tersebut. “Saya sebagai perwakilan dari Madura akan bantu untuk permasalahan itu. Langsung ajukan itu, nanti saya akan bantu mengawal,” tutup Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini. (idy/ito)

 

 

 

 

Komentar

News Feed