TPS3R di Jantung Kota Pamekasan Siap Dioperasikan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) PAMEKASAN BERSIH: TPS3R Kelurahan Bugih telah selesai dibangun dan siap menyulap sampah menjadi potensi ekonomi warga.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan terus berupaya mengatasi persoalan sampah di Pamekasan. Sejumlah tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) di Pamekasan dibangun. Salah satunya di Kelurahan Bugih.

Lurah Bugih Andi Ali Syahbana mengungkapkan, TPS3R itu akan menjadi solusi dalam mengatasi persoalan sampah di Kelurahan Bugih. Tidak hanya itu, dia melihat ada potensi ekonomi yang cukup besar dengan keberadaan TPS3R di kelurahannya. Sebab, di kelurahan Bugih ada sekitar 8 ribu keluarga.

Bacaan Lainnya

Kelurahan Bugih diklam merupakan daerah potensial. Sebab, berada di jantung Kota Pamekasan. Berdiri banyak toko dan perkantoran. Bahkan di sana juga ada pasar 17 Agustus 1945. Sampah-sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga, toko, perkantoran dan pasar itu akan menjadi potensi ekonomi jika dikelola oleh TPS3R Kelurahan Bugih.

“Nanti akan kami bentuk kelompok swadaya masyarakat. TPS3R ini adalah tempat pengelolaan sampah. Sampah-sampah yang memiliki nilai jual akan dipisah dan didaur ulang,” ucap mantan ajudan bupati Pamekasan itu.

Dia bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkab Pamekasan. Sebab, TPS3R yang diusulkan pada tahun 2020 lalu, akhirnya bisa langsung dibangun pada tahun 2021 ini. Selama ini, sampah di Bugih dikelola oleh pihak lain. Warga mengerjasamakannya dengan TPS3R kelurahan lain. Warga setempat pun menurutnya sangat mendukung keberadaan TPS3R.

Pihaknya berharap agar warga setempat memiliki kesadaran lebih tinggi lagi terkait persoalan sampah. Sehingga, sampah tidak lagi dibuang sembarangan. Untuk mengoperasikan TPS3R itu pihaknya menunggu serah terima gedung dari Pemkab Pamekasan kepada kelurahan Bugih. Pihaknya akan melakukan pendekatan kepada warga, agar warga dan pihak swasta mengerjasamakan sampahnya.

“Kami warga Kelurahan Bugih sangat bersyukur. Dan berterima kasih kepada bapak bupati. Sampah di Bugih jadi terkelola,” tambah alumnus IPDN Jatinangor itu.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *