Tracing dan Tracking Menurun, Swab PCR di Bangkalan Naik

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) MELANDAI: Penelusuran dan pelacakan kasus Covid-19 mulai melandai, namun tes swab di Bangkalan mengalami kenaikan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Melandainya kasus Covid-19 bukan berarti mengabaikan segala kegiatan sebagai antisipasi untuk menekan kasus tersebut. Hingga saat ini, tracing dan tracking terus dilakukan di tingkat kecamatan dengan ketentuan jika ada kasus baru. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Riskiyah Nunik Wahyuni, Kamis (28/10/2021).

Menurutnya, selama kasus melandai tidak lagi memburu masyarakat untuk diambil sampelnya. Akan tetapi, kegiatan pengambilan sampel melalui tes antigen dan polymerase chain reaction (PCR) hanya dikhususkan bagi pasien yang terinfeksi Covid-19. Namun secara umum, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menghapus kegiatan tracing dan tracking.

Bacaan Lainnya

“Seperti tanggal 23 Oktober kemarin ada 6 kasus baru, itu yang kami lakukan tracing dan tracking. Kalau dulu kan mau ada kasus baru atau tidak, kalau itu daerah episentrum penyebaran tetap kami ambil sampelnya,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, khusus di daerah kegiatan itu tidak berhenti meski setiap hari tidak ditarget sampel yang harus diperiksa. Hanya saja, masing-masing kecamatan yang dibantu oleh bintara pembina desa (babinsa) dan pihak puskesmas tetap melakukan pengambilan sampel. Baik melalui antigen maupun PCR.

“Tapi pengambilannya hanya terhadap orang-orang tertentu, seperti keluarga pasien Covid-19 atau suspek Covid-19,” tuturnya.

Berdasarkan catatan, setiap hari hanya ada satu hingga dua kasus baru. Per tanggal 27 Oktober, mulai tidak ada kasus baru. Pasien yang terinfeksi hanya lima orang. Rinciannya, dua orang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan, dua di rumah isolasi terpadu (isoter) dan satu pasien di rawat di luar Bangkalan.

“Kami juga tetap membuka layanan tes antigen dan PCR jika masyarakat mempunyai gejala sakit Covid-19 dan sudah menginstruksikan kepada semua puskesmas tetap membuka layanan pemeriksaan Covid-19,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Laboratorium RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Fitriya Mayorita mengatakan, sejak tanggal 1 Oktober lalu permintaan pemeriksaan sampel PCR menurun. Setiap hari hanya melakukan pemeriksaan 30 sampel swab PCR. Hasilnya, hanya satu hingga dua sampel yang terinfeksi Covid-19. Rata-rata sampel tersebut merupakan kiriman dari Dinkes hasil tracking dan tracing.

“Kadang paling banyak hasil yang terinfeksi empat sampel. Sejak awal bulan terus menurun, biasanya sampel yang dikirim dalam sehari tembus 100 sampel, sekarang paling banyak 30 sampel,” responnya.

Lebih lanjut dr. Fitriya menjelaskan, permintaan hasil uji swab PCR baru mengalami kenaikan dalam seminggu ini. Sebab adanya aturan dari pemerintah yang mengharuskan perjalanan udara wajib memakai hasil swab PCR. Rata-rata setiap hari menerima 50 sampel. Namun saat ini hasil pemeriksaan cenderung lebih cepat, lantaran menyesuaikan dengan aturan terbaru.

“Dulu hasilnya keluar 3 hari setelah sampel masuk. Karena memang dulu kan banyak yang harus kami periksa. Sekarang 1×24 jam hasil sudah bisa diketahui dan rata-rata seminggu ini permintaan dari masyarakat umum untuk perjalanan,” tegasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *