oleh

Transformasi Sungai dari Masa ke Masa

Dari Tempat Mandi hingga Jadi Bak Sampah

Kabarmadura.id/Pamekasan-Kesegaran air jernih yang mengalir melengkapi keindahan bantaran sungai yang menjadi destinasi bersantai bagi masyarakat desa tempo dulu, bukan hanya untuk menghilangkan penat tetapi juga sebagai tempat mencuci dan berbersih tubuh.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Keindahan sungai di tempo dulu diakui oleh penduduk desa sebagai tempat bersantai dan penghilang penat di kala usai bekerja, hal itu telah menajdi kegiatan lumrah bagi anak-anak dan juga orang dewasa pada era sungai di pedesaan terlihat asri oleh bersihnya sungai dan jernihnya air yang mengalir.

Tidak hanya sebagai tempat membersihkan tubuh, sungai juga kerap kali menjadi rujukan ibu-ibu tatkala mencuci pakaian-pakaian kotor milik anggota keluarga. Jika bagi anak-anak, serunya bermain di sungai menjadi pelengkap hari libur sekolah mereka, serasa ada yang hilang rasanya jika hari libur tida dihabiskan di sungai.

Faisol salah seorang kepala keluarga warga Desa Klampar yang mengakui keindahan dan beragamnya fungsi sungai saat ia masih duduk di bangku sekolah dulu.Namun saat ini, ada yang berbeda antara sungai saat ini dengan sungai tempo dulu.

Dia menjabarkan, kenapa sungai dulu sering menjadi tempat bersantai dan bermain serta menjadi tempat mandi dan mencuci, itu karena sungai tempo dulu bersih dan tampak asri.

Berbeda dengan pemandangan sungai belakangan ini.Sungai tidak lagi jadi rujukan warga untuk mandi apalagi mencuci pakaiannya.Hal itu dikarenakan kondisi sungai yang sudah tidak lagi asri dan air yang sudah tidak lagi jernih, bahkan menurutnya, tidak jarang ia menemukan sampah berceceran di sepanjang bantaran sungai.

Menurutnya, saat ini sungai mengalami transformasi yang signifikan, jika kebiasaan warga pada masanya masih sekolah (kini ia tengah menempuh pendidikan S2), sungai menjadi dibanggakan dan disayang, kini sungai justru menjadi tempat tidak terhormat, pasalnya dia seringkali menemukan sampah dan limbah dibuang ke sungai.

Dengan sendirinya, keindahan serta kealamian sungai saat ini sudah tidak lagi dihargai oleh warga, kemasalasan untuk menimbun sampah pada tempat yang disediakan, dan mudahnya membuang sampah ke sungai di belakang rumah menjadi alasan warga kenapa sungai menjadi tempat pilihan mereka membuag sampah.

“Dulu kalau sore sungai pasti ramai oleh anak-anak dan orang-orang dewasa, karena memang sungai sangat nyaman dijadikan tempat bermain dan membersihkan tubuh serta pakaian,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dann Perumahan Rakyat (PUPR) Pamekasan Cahya Wibawa menilai, prilaku masyarakat saat inilah yang membuat sungai tampak tidak seasri tempo dulu, menurutnya, pergeseran zaman, dan kemajuan pembangunan turut menjadi faktor berubahnya prilaku masyarakat saat ini, sehingga kepedulian masyarakat terhadap kelestarian keindahan sungai mulai terkikis dengan sendirinya.

Cahya mengaku terus berusaha mengurangi sedimentasi pada struktur sungai.Sebab, keasrian sungai menurutnya juga tergantung bagaimana kelancaran aliran sungai, sementara sedimentasi pada material infrastruktur dapat menyebabkan tidak lancarnya aliran sungai.

“Perilaku hidup masyarakat itu yang harus diubah, sebab karena prilaku hidup itu mereka sembarangan membuang sampah, sehingga sungai tak seindah dulu. kami bertugas mengurangi sedimentasi pada material insfrastruktur sungai agar aliran air lancar,” jelasnya.(waw)

Komentar

News Feed