Trauma Kambing Etawa, BUMDes di Bangkalan Tidak Berjalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH SA'ED) SEPI: salah satu warga yang sedang melintas di depan kantor Dpmd kabupaten Bangkalan,

Kabarmadura.id/Bangkalan-Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di kabupaten Bangkalan tidak berjalan dengan baik. Dari seluruh BUMDes, hanya ada 5 desa yang berkembang.

“Di kabupaten Bangkalan  sampai saat ini masih ada 5 desa yang sudah berkembang, di antaranya Desa Jung Anyar Kecamatan Socah, Desa Pakaian Dajah Kecamatan Galis, Desa Soket Dajah Kecamatan Tragah, Desa Batangan Kecamatan Tanah Merah, dan yang terakhir Kecamatan Kamal,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan Ahmad Ahadiyan,

Bacaan Lainnya

Senin (13/7/2020).

Sementara BUMDes di desa selain 5 desa tersebut, tidak berkembang lantaran trauma dengan adanya kasus kambing etawa.

“Kemungkinan besar sebagian desa trauma dengan kasus kambing etawa sehingga banyak BUMDes di setiap desa tidak berkembang,” imbuhnya.

Ia berharap agar setiap desa mengembangkan BUMDes sehingga dapat menjadi sumber pendapatan bagi desanya masing-masing.

“Saya harap di setiap desa bisa mengembangkan BUMDes sehingga bisa membantu PAD pemkab,” tambahnya.

Terpisah, salah seorang perangkat desa Amir Sulton menuturkan, perangkat desa sudah siap untuk menghidupkan BUMDes yang ada di setiap desa.

“Kami sudah diskusi bersama perangkat desa untuk menghidupkan BUMDes,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, dengan adanya BUMDes tentunya membuat desa lebih maju dan lebih berkembang.

“Selama ini kamu bersama rekan-rekan perangkat desa sudah memusyawarahkan terkait hal itu agar desa kami lebih maju dan lebih berkembang dari tahun sebelumnya,” pungkasnya. (sae/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *