oleh

Triwulan Kedua, Pencairan BPOPP di Sumenep Tunggu Persetujuan Gubernur

KABARMADURA.ID, SUMENEP- Dana Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) tahap kedua masih belum cair. Meski sudah masuk triwulan kedua namun bantuan itu masih menunggu persetujuan dari gubernur .

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, pencairan BPOPP masih menunggu persetujuan Gubernur Jawa Timur. Sehingga pihaknya tidak berbuat banyak karena program tersebut kebijakan penuh dari provinsi.

“Tahun 2021 masih belum cair lagi. Padahal sudah masuk pada waktunya pencairan,” Katanya, Selasa (27/4/2021).

Menurutnya, BPOPP sudah diberlakukan sejak tahun 2019 lalu. Untuk nilai bantuannya, untuk SMA Rp70 ribu. Untuk SMK non teknik Rp 110 ribu. Kemudian, untuk SMK teknik Rp135 ribu setiap bulannya.

Menurut Arifin, Meski adanya BPOPP pihak sekolah tetap bisa untuk menarik uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dari kekurangan bantuan tersebut. Dasar penarikan SPP tersebut yakni, rencana kerja anggaran sekolah (RKAS) di Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 Pasal 10 ayat A hingga terakhir, dan seterusnya boleh meminta partisipasi masyarakat dalam rangka pengembangan sekolah.

“Semoga minggu depan ada pencairan,” ujar dia.

Diketahui, jumlah sekolah di SMA Sumenep terdapat 151 sekolah SMA negeri sebanyak 12 dan SMA swasta ada 71, SMK negeri ada 3 dan SMK swasta ada 60 sekolah dan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK PLK) negeri ada 1 sedangkan swastanya ada 3 sekolah.

Sementara rata-rata dari 30 sampai 40 persen merupakan siswa tidak mampu. Para siswa tidak mampu tersebut, juga bisa mengambil dari BPOPP atau bantuan SPP dari Pemprov Jatim.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Muhammad Shadiq mengatakan, madrasah dibawah naungan Kemenag Sumenep hingga saat ini belum ada pencairan.

Dikatakan, BPOPP khusus madrasah dianggarkan senilai Rp36.617.700.000. Masing-masing siswa atau siswi mendapatkan Rp70 ribu. Namun, saat ini masih belum dapat dicairkan.

“Jumlah yang akan menerima sebanyak 17.437 siswa pada 160 MA di Sumenep,” pungkasnya. (imd/mam)

 

 

 

 

Komentar

News Feed