Triwulan Pertama, Distribusi Pupuk Bersubsidi Masih 35 Persen

  • Whatsapp
(KM/Razin) PUPUK: Distribusi pupuk bersubsidi di Sumenep masih 35 persen

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep mengakui, realisasi program bantuan pupuk bersubsidi untuk petani masih terealisasi 35 persen dari jumlah yang telah ditetapkan melalui anggaraan tahun 2020 ini.

Kepala Dispertahortbun Sumenep melalui Kepala Bidang (Kabid) Sarpras dan Penyuluhan Ali Ridho menyampaikan, program pupuk bersubsidi adalah sebagai bentuk perhatian kepada petani.

“Sementara ini realisasi masih di bawah 50 persen untuk pupuk yang bersubsidi itu, hampir 35 persen yang sudah didistribusikan kepada petani. Kalau kami tidak ikut distribusi, cuma mengawasi saja,” katanya, kemarin.

Menurutnya, distribusi pupuk bersubsidi diserahkan kepada distributor yang dibentuk oleh perusahaan pupuk. Untuk selanjutmya, distributor bertugas atau mempunyai kewajiban untuk memberikan laporan terkait jumlah yang telah didistribusikan kepada petani.

Sementara jumlah pupuk bersubsidi yang diberikan kepada masyarakat Sumenep tahun 2020 adalah sebanyak 13 ribu ton, yang hampir merata rencana pembagiannya kepada seluruh kelompok tani (poktan) yang jumlahnya kurang lebih 4 ribu poktan.

“Itu petani bisa menjadi penentu pendistribusian tersebut, karena petani dapat langsung mengambil ke kios-kios yang sudah terbentuk. Mungkin karena petani masih belum membutuhkan pupuk kan masih segitu jumlahnya, tatapi kalau pengawasan tetap dipantau oleh kami,” imbuhnya.

Tahun sebelumnya pihaknya telah mengajukan bantuan pupuk sebanyak 6 jenis pupuk, mulai dari urea 52.041 ton, SP 36 22.376 ton, ZA 22.635 ton, NPK 30.300 ton, dan yang terakhir pupuk organik 30.028 ton.

Secara detail, bantuan pupuk yang sudah didistribusikan di antaranya urea dengan jumlah 2.095 ton, SP 3.845 ton, ZA 5.229 ton, pupuk jenis phonska 5.559 ton, dan yang terakhir adalah organik sebanyak 2.435 ton.

Sementara besaran subsidi untuk penyaluran bantuan tersebut sama seperti sebelumnya, yaitu sekitar 75 persen dari harga normalnya, atau setiap poktan mengantongi diskon 75 persen.

“Kalau harga pupuk itu misalnya 1 kg seharga Rp5.000 maka petani dapat subsidi atau cukup membayar Rp1.600 saja,” pungkasnya. (ara/pai)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *