Truk Pengangkut Sampah di Disdag Bangkalan Tidak Layak Pakai

(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) BESI TUA: Truk pengangkut sampah yang terparkir di Kantor Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan sudah tidak layak beroperasi.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Kondisi kendaraan tiga truk pengangkut sampah tidak layak dioperasikan. Kendaraan tersebut biasanya digunakan untuk mengangkut sampah di sejumlah pasar terkecuali Pasar Kokop. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Ciptaning Tekat, Minggu (28/11/2021).

Menurutnya, tiga truk merupakan jumlah keseluruhan kendaraan pengangkut sampah di instansinya. Dua truk pengadaan tahun 2003 lalu dan satu truk hasil pengadaan di tahun 2007. Sehingga usianya sudah belasan tahun dan rentan mogok atau macet. Kondisi itu, cukup menghambat pengangkutan sampah yang ada di pasar.

“Sementara kami tidak diberikan pengadaan lagi sejak tahun 2007 lalu. Ini menjadi kendala kami dalam mengamankan kebersihan pasar. Sedangkan tanggung jawab pengangkut sampah ini berada di kami,” keluhnya.

Bacaan Lainnya

Selain truk yang kurang layak, lokasi pembuangan yang jauh juga perlu dipertimbangkan. Sebab ada sekitar 28 pasar di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak sampahnya harus diangkut secara bergantian dengan armada yang tidak mumpuni. Sedangkan instansinya hingga saat ini belum bisa melakukan pengelolaan sampah pasar.

“Kami tidak punya anggaran untuk melakukan pengadaan kembali. Sedangkan kondisi  tiga kendaraan truk  ini sudah tua semua. Mirisnya, belum semua pasar memiliki kontainer sampah,” ucapnya.

Selama ini, pembuangan sampah yang ada di pasar merupakan hasil  buangan sampah rumah tangga. Sehingga kondisi itu mengakibatkan beban kerjan untuk membersihkan sampah pasar menjadi dua kali lipat. Bahkan saat ini sudah melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Tahun 2022 tidak ada perencanaan maupun anggaran untuk pengadaan truk maupun perbaikan. Karena ban kendaraan itu saja sudah tidak layak,” paparnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan