oleh

Truman Ultah, Berharap Kado Percepatan Pembangunan Stadion dan Pembinaan Usia Dini

KABARMADURA.ID – Komunitas suporter Madura United dan Persesa Sampang Trunojoyo Mania (Truman) genap berusia 7 tahun pada Senin (26/10/2020). Di anniversary kali ini, Truman mengusung tajuk ‘Berjaya’.

Seperti yang disampaikan Ketua Truman Husaini, tema hari jadi ketujuh itu tidak terlepas dari hasrat komunitas tersebut untuk meraih puncak kejayaan.

Jaya merupakan suatu impian bagi suatu kelompok atau organisasi. Begitu pula keinginan kami untuk meraih kejayaan.

“Arti jaya bagi kami tidak hanya nilai sebuah puncak keberhasilan dalam membangun organisasi. Akan tetapi, kami jadikan motivasi dalam kondisi apapun untuk tetap semangat mendukung tim kesayangan,” ungkapnya lepada Kabar Madura, Minggu (1/11/2020).

Truman juga menggelar pertemuan guna menyuarakan keluh kesahnya terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang. Dalam hal ini, mereka menyuarakan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Pemkab Sampang.

Ketua Truman yang familiar disapa Zein itu mewakili isi hati dari teman-temannya, yakni berharap agar pembangunan stadion di Kota Bahari itu bisa segera dipercepat.

Menurutnya, permintaan itu guna menunjang fasilitas sepak bola di Sampang. Ditambah lagi, tiga kabupaten lainnya di Madura sudah memiliki stadion, yakni Stadion A Yani Sumenep, Stadion Soenarto Pamekasan dan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, serta Stadion Gelora Bangkalan.

Bahkan, Ketua Truman meminta agar membangun stadion yang tergolong paling megah di Madura. Sehingga, bisa menjadi venue Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Di samping itu, Zien menerangkan, Truman juga mendorong agar pembinaan usia muda terus ditingkatkan guna menumbuhkan temanta muda dari Sampang yang dapat menjadi pemain profesional.

“Kita harapkan dokumen teknis stadion selesai tahun depan selesai dan merancang stadion termegah di Madura. Itu agar suatu saat bisa juga digunakan venue Timnas Indonesia ketika berlaga,” ujar Zein.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disporabudpar Sampang H Imam Sanusi membeberkan, Pemkab Sampang telah melakukan upaya berdasarkan mekanisme dan peraturan yang berlaku untuk pembebasan lahan stadion sekitar 10 hingga 11 hektare.

Lebih lanjut, dia menerangkan pada akhir tahun 2019, Pemkab Sampang telah melakukan pembebasan lahan seluas 3,6 hektare dengan biaya Rp14 milliar. Pada tahap kedua awal tahun 2020 seluas 3,4 hektare kembali dibebaskan dengan menghabiskan anggaran Rp11 milliar.

“Kami telah mengajukan P-APBD untuk pembebasan ketiga kalinya dan sudah disetujui Gubernur, mudah-mudahan pencairannya rampung akhir tahun 2020,” tandasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed