TTP ASN Dinaikkan hingga 100 Persen

  • Whatsapp
(KM/Razin) DISIPLIN: ASN memenuhi target yaitu ceklok 4 kali sehari.

Kabarmadura.id/Sumenep-Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep menyampikan, ada kenaikan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) tehadap aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja sesuai aturan kedisiplinan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BKPSDM melalui Kepala Bidang (Kabid) Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan Sumenep Linda Mardiana. Ia menjelaskan, meskipun anggaraan TTP itu ditetapkan sebesar Rp90 miliar tetapi tunjangannya mengalami kenaikan.

Bacaan Lainnya

“Sekarang bisa dicek, yang sudah bisa cair tentunya sudah ada yang bertambah. Meskipun tetap anggarannya itu diambil dari sisa tahun kemarin, kan banyak ASN yang tidak bisa menikmati 100 persen dari TPP-nya. Mungkin ada kepentingan sehingga berhalangan masuk,” katanya, kemarin.

Tetapi menurutnya, yang paling banyak mendominasi kenaikan TPP adalah ASN yang bekerja di inspektorat. Selain pekerjaannya lebih berat, ASN yang bertugas dalam pengawasan itu dituntut untuk lebih objektif dalam memberikan penilaian terutama pada hasil kinerja ASN di seluruh lingkungan pemerintahan.

Menurut Linda (sapaan akrabnya), kenaikan TPP cukup signifikan. Terutama di jajaran kelas atau eselon paling rendah bisa naik sampai 100 persen. Hal itu berlaku di setiap instansi termasuk di tingkat kecamatan.

“Kan TPP terendah itu Rp500 ribu maka naik seratus persen berarti menjadi Rp1 juta perbulannya. Itu sesuai dengan regulasi atau perintah dari kemendagri, sebagai upaya peningkatan penghasilan pegawai. Karena kan kecil pendapatannya,” imbuhnya.

Tetapi yang diprioritaskan melalui penilaian kinerja, meskipun rajin dalam melakukan ceklok tetapi capaian kinerjanya masih nihil maka tentunya akan bermasalah terhadap besaran TPP-nya, karena memang tujuan tunjangan profesi tersebut adalah sebagai motivasi kerja sebagai abdi negara.

Sementara bagi yang tidak melakukan kinerja dengan maksimal maka akan terjadi pemotongan TPP. Kendati demikian pihaknya tetap berharap dengan adanya kebijakan pemotongan TPP, seluruh ASN dapat lebih disiplin lagi dalam bekerja, lebih-lebih menguatkan niat untuk mengabdi kepada negara dan bangsa.

“Hal itu sebagai penyemangat dalam menjalankan tugas sebagai PNS, artinya jika mereka dapat mengumpulkan prestasi sebanyak mungkin, artinya program TPP itu berhasil,” pungkasnya. (ara/pai)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *