Tujuh Kecamatan di Bangkalan Rawan Angin Puting Beliung

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) WASPADA: Bencana angin puting beliung mengancam beberapa kecamatan di Kabupaten Bangkalan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Antisipasi dini untuk menanggulangi bencana angin puting beliung yang melanda Bangkalan beberapa waktu lalu, mulai dilakukan. Salah satunya, menebang pohon yang rawan tumbang. Sebab cuaca ekstrem diperkirakan akan berakhir pada bulan Desember nanti. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan Anang Yulianto, Minggu (24/10/2021).

Menurutnya, sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menanggulangi bencana alam. Bahkan sudah memetakan pohon di wilayah Bangkalan yang rawan tumbang. Sedikitnya ada 50 pohon yang mengancam rumah warga dan pengendara, jika sewaktu-waktu terjadi angin kencang kencang.

Bacaan Lainnya

“Karena berdasar prediksi BPBD wilayah Bangkalan ini rawan bencana puting beliung. Sudah dua hari kami melakukan penyisiran tentan pohon yang rawan tumbang,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, penyisiran akan berlanjut di kecamatan lain. Terutama, daerah rawan terkena bencana angin puting beliung. Masing-masing, Kecamatan Burneh, Labang, Socah, Kamal, Modung dan Konang. Pemangkasan pohon tersebut dilakukan, mengingat ada yang sudah mengganggu kabel listrik dan pohon keropos.

“Tapi tidak sampai kami tebang, karena memang tidak boleh ya. Jadi kami pangkas saja batang-batang yang sudah rapuh atau tua,” tuturnya.

Selain tidak boleh ditebang, pemangkasan pada daun dan ranting bertujuan agar penghijauan bisa kembali dilakukan tanpa melakukan penanaman ulang. Sebab untuk mencegah terjadinya cuaca ekstrem perlu adanya ruang hijau. “Iya benar, jadi kalau dipangkas daunnya itu kan pohon bisa bersemi kembali. Kalau ditebang, tidak punya pohon dan harus menanam ulang dan tumbuhnya cukup lama,” jelasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *