Tunggakan PBB di Bangkalan Capai Rp1,3 Miliar

  • Whatsapp
(Km; khoyrul Umam Syarif)

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Bangkalan masih menyisakan tunggakan pembayaran hingga Rp1,3 miliar. Tanggungan yang tidak terbayarkan tersebut ditangguhkan menjadi piutang  beberapa desa di Bangkalan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan Ismet Efendi menyampaikan, banyaknya kekurangan pada PBB disinyalir lantaran adanya pandemi Covid-19. Sehingga  banyak desa kewalahan membayarnya. ”Ketika kami tanya, memang alasan mereka adalah pandemi,” katanya.

Bacaan Lainnya

Ismet mengaku sudah melakukan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan untuk mengingatkan dan membantu menagih desa yang sama sekali belum membayar PBB, atau bahkan masih sangat minim. ”Kami dibantu kejaksaan untuk menagih, karena memang kami mengalami kesulitan itu,” ulasnya.

Menurut Ismet, dari total 18 kecamatan, hanya lima kecamatan yang selesai melunaskan PBB-nya. Sedangkan ada satu kecamatan jauh dari target bahkan masih  38 persen. Sehingga kemudian kepala desa yang bersangkutan dipanggil untuk dievaluasi oleh kejaksaan. ”Ada sekitar lima desa yang kami evaluasi, karena masih sangat rendah pembayarannya,” ujarnya.

Salah satu Depala Desa  Kecamatan Kamal Syaiful Dullah menyampaikan, kesulitan kepala desa untuk membayar PBB dikarenakan banyak pemilik tidak berada di desa. Sehingga sulit menagihnya. ”Kalau ahli warisnya tidak ada, susah diminta agar membayar,” katanya.

Oleh sebab itu, tunggakan yang belum dibayar, karena tidak adanya yang membayar. Selain tidak adanya ahli waris, banyak nama yang belum diperbaharui kepemilikannya. Sehingga masih menggunakan nama lama. ”Karena pakai nama lama, kadang pemiliknya minta agar diperbaharui dulu, baru akan membayar,” pungkasnya. (km59/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *