Tunggu Hasil Survei Kantor IBI, RS Asyifa Siapkan Dua Ruang Isolasi Covid-19

(FOTO: KM/ ALI WAFA) HATI-HATI: Rumah sakit Asyifa menunggu hasil survei kelayakan oleh Dinkes Pamekasan untuk memfungsikan ruang isolasi.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Tidak semua rumah sakit swasta di Kabupaten Pamekasan bersedia turut andil menangani pasien Covid-19. Hanya satu rumah sakit yang mengonfirmasi kesediaannya menyediakan ruang isolasi, yaitu Rumah Sakit (RS) Asyifa Husada.

Namun, RS Asyifa tidak bisa memenuhi permintaan penyediaan 20 persen dari total kapasitas rumah sakit.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam, rumah sakit Asyifa hanya mampu menyediakan 10 persen dari total kapasitas rumah sakit. Yakni, berupa dua ruang isolasi dan empat tempat tidur. Sementara rumah sakit Asyifa sendiri hanya memiliki 56 tempat tidur.

Kendati mengaku bersedia, hingga kini rumah sakit Asyifa belum mengoperasikan ruang isolasi khusus pasien Covid-19. Hasil inspeksi mendadaknya menyatakan, rumah sakit Asyifa masih menunggu survei kelayakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan. Sebab, sebelum difungsikan, Dinkes Pamekasan perlu melakukan studi kelayakan terlebih dahulu.

“Karena perlu dipastikan dulu. Ruangannya memenuhi standar atau tidak,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Pihaknya berharap rumah sakit swasta yang lain dapat menyusul ikut andil memberikan penanganan secara kuratif kepada pasien terinfeksi Covid-19. Bahkan, pihaknya meminta agar Dinkes Pamekasan menyiagakan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) sebagai penyangga. Setidaknya, di masing-masing zona disiagakan satu puskesmas sebagai penyangga.

Selain itu, pria asal Proppo Pamekasan itu juga meminta agar rencana pemanfaatan fungsi kantor Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pamekasan sebagai rumah bersalin ibu hamil dimaksimalkan. Yang satu ini menurutnya cukup urgen, karena ibu hamil harus segera menerima perawatan intensif.

 

Tinggalkan Balasan