Tunggu Pengajuan, BOS untuk Madrasah Belum Bisa Dicairkan

  • Whatsapp
(KM/IMAM MAHDI ) SEMANGAT : Siswa dan siswi Sumenep melakukan aktivitas nonton bareng.

Kabarmadura.id/Sumenep-Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Madrasah tahun 2020 belum tersalurkan. Alasannya, masih menunggu pengajuan dari pihak madrasah. Sebab, persyaratan di masing-masing madrasah masih belum terajukan pada pihak kemenag Sumenep.

Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Kabupaten Sumenep Mohammad Tawil mengutarakan, BOS masih belum dicairkan karena masih menunggu ajuan dari madrasah.

“Jika nantinya sudah rampung maka akan segera dicairkan,” katanya, Senin (20/01/2020).

Dijelaskan, dana BOS akan dicair 2 kali dalam satu tahun. Besarannya, tergantung jenjang madrasah masing-masing. Untuk Raudatul Athfal (RA) sebesar Rp600.000, untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) Rp 900.000 per siswa, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Rp1.100.000 dan BOS Madrasah Aliyah (MA) dan MA Rp 1.500.000/siswa.

Tawil melanjutkan, ada sebayak 1.577 lembaga di Sumenep yakni meliputi jumlah Raudlatul Athfal (RA) sebanyak 549, Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 548, Madrsah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 321 dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 153.

“Jumlah tersebut diharapkan mampu mengajukan dengan baik dan dapat menggunakan dana BOS sebagaimana mestinya,” paparnya.

Dijelaskan, pencairan dana BOS Madrasah 2020 dapat dilakukan dari sekarang yang nantinya dicairkan dua kali hingga Akhir tahun 2020. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, di ataranya SK Kepala Madrasah tentang pengusulan nama-nama siswa penerima dana BOS madrasah by name and by address, kemudian Surat Pernyataan tentang jumlah data siswa madrasah, Surat Pernyataan pengiriman rekening, dan  fotocopy rekening Bank Madrasah.

“Dari sakarang semua madrasah dapat mengajukan dana BOS sesuai prosedur yang ada,” pungkasnya.(imd/pai)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *