oleh

Tunggu SK Bupati, Droping Air untuk 78 Desa Terdampak Kekeringan Terhambat

Kabarmadura.id/Sampang-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang belum melakukan droping air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan. Pasalnya, hingga Ahad (13/9/2020) belum ada Surat Keputusan (SK) dari Bupati Sampang sebagai dasar hukum untuk melakukan droping air.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Moh. Imam mengatakan, hingga saat ini SK dari Bupati Sampang untuk melakukan droping air bersih ke desa terdampak kekeringan belum keluar. Akibatnya, untuk droping air ke desa-desa yang diajukan oleh masing-masing kecamatan tidak bisa dilakukan. Padahal, di Kota Bahari, kecamatan yang tidak masuk kering kritis hanya ada dua, yakni Kecamatan Ketapang dan Omben, untuk yang lainnya kering kritis.

“Untuk droping air bersih ke desa terdampak kekeringan masih nunggu SK dari bupati, jadi selama tidak ada SK droping air tidak bisa dilakukan,” ungkapnya, Minggu (13/9/2020).

Selain itu, menurut Imam, di Sampang memang sudah masuk kering keras, sehingga untuk tahun ini ada 78 desa yang terdampak. Adapun sebelumnya, hanya ada 67 desa. Tetapi, berdasarkan BMKG, di Sampang ini masih masuk kering basah. Sebab, kemarin masih terjadi hujan.

Saat disinggung kapan akan melakukan droping air bersih, Imam belum bisa memastikan. Sebab, Jika SK tersebut sudah keluar, BPBD Sampang harus mengajukan anggaran terlebih dahulu ke pemerintah daerah, sehingga harus menunggu persetujuan lagi.

Adapun untuk anggaran tergantung harga air dari PDAM, jadi tidak bisa disampaikan. Tetapi ketika harga air diketahui dan desa tersebut dilakukan droping 5 kali, maka tinggal kalikan, berapa anggaran yang dibutuhkan.

“Kami berusaha bulan ini akan dilakukan droping, tetapi jika nanti proses SK dan pengajuan anggaran cepat selesai, dan droping air ini sesuai pengajuan dari kecamatan, termasuk juga jumlah dropingnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Sampang Anang Djoenaidi mengatakan bahwa 78 desa yang terdampak kekeringan sudah diajukan ke Bupati Sampang untuk diberikan bantuan berupa suplai air. Tetapi hingga saat ini belum ada keputusan.

Ditambahkan, setiap desa nantinya akan mendapatkan bantuan air 5 tangki, jumlah tersebut ada penambahan dari tahun sebelumnya. Sebab, pada tahun 2019 setiap desa hanya dapat 3 tangki dan itu diprediksi tidak mencukupi.

“Nanti setiap desa dapat 5 tangki, itu kita sesuaikan lagi dengan kemampuan tangki di BPBD dan PDAM. Termasuk kita juga akan meminta bantuan pihak swasta yang memiliki tangki, untuk diajak kerja sama,” pungkasnya. (mal/pai)

Komentar

News Feed