Tunjangan Guru Kemenag Turun dari Rp250 Ribu Jadi Rp125 Ribu per Bulan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) KIAN MENGECIL: TPG non-sertifikasi di bawah naungan Kemenag turun dari Rp3 juta menjadi Rp1.850.000 per tahun.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Tunjangan profesi guru (TPG) non-sertifikasi di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) nyaris berkurang hingga 50 persen. TPG yang biasanya sebesar Rp3 juta per tahun, tahun ini nominalnya berkurang menjadi Rp2 juta per tahun.

Plt Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep Mohammad Sadiq mengatakan,  pemangkasan nominal itu lantaran wabah Covid-19.  TPG yang bisa dicairkan setiap 6 bulan atau per semester itu juga mengalami perubahan teknis.

“Insentifnya sudah cair. Kalau informasi yang kami dapatkan sekitar bulan lalu yang cair, tetapi nominalnya berkurang,” kata Sadiq.

Kendati berkurang menjadi Rp2 juta, namun tunjangan itu hanya bisa cair sebesar Rp1.850.000 karena dipotong biaya administrasi saat proses pencairan.

“Ya berkurang, kalau jumlah gurunya mungkin tetap tetapi nominalnya dikurangi karena wabah Covid-19, dananya sebagian digunakan untuk itu,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, insentif guru non-PNS atau non-sertifikasi ditentukan dengan kriteria di Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag (Simpatika). Sementara untuk sertifikasi, ada pemberkasan khusus. Proses pemberkasannya tidak mudah, yakni memenuhi absensi jadwal mengajar, jumlah jam dan pemberkasan lainnya seperti menginput RPP, silabus dan pemberkasan lainnya.

Khusus guru sertifikasi, minimal mengajar 24 jam dalam satu pekan, dan dalam satu hari selama 8 jam pelajaran. Ada 30 persen guru sertifikasi dari seluruh jumlah guru madrasah di Sumenep.

“Sebanyak 15 guru, baik dari madrasah raudhatul athfal (RA) hingga madrasah aliyah ( MA). Sementara yang dapat insentif sudah punya nomor induk kependidikan (NPK),” jelas Sadiq.

Sadiq menegaskan bahwa pengrekrutan guru sertifikasi ditentukan Kemenag pusat, sehingga kebutuhan dan proses seleksi merupakan wilayah pusat.

“Itu nanti prosesnya langsung dihitung dari Simpatika, jika sudah waktunya dan memenuhi syarat maka langsung terpanggil mengikuti seleksi,” pungkasnya.

PENGURANGAN TPG NONSERTIFIKASI KEMENAG
Insentif Awal
Rp3 juta atau Rp250 ribu per bulan.
Insentif perubahan
Rp2 juta
Diterima Rp1.850.000 atau Rp125 ribu per bulan

Reporter: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *