oleh

Tuntut Tingkatkan Pengawasan Realisasi DAK.

KABARMADURA.ID, Sampang – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang mendapatkan kucuran dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Kucuran dana itu untuk 92 kegiatan rehabilitasi dan pembangunan untuk sekolah dasar (SD).

Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana (Sarpras) SD Disdik Sampang, Suraji menuturkan bahwa DAK untuk SD sebesar Rp13 miliar, anggaran tersebut hanya untuk dua jenis program, pertama untuk pengerjaan fisik dan satunya pembelanjaan komputer dan buku.

Adapun untuk komputer tersebut seperti media pembelajaran ada 15 lembaga SD, masing-masing lembaga dianggarkan Rp60 juta, dan untuk pembelian buku untuk koleksi perpus ada 31 lembaga. Kemudian, untuk pengerjaan fisik berjumlah 92 kegiatan, yang diperuntukkan untuk 86 lembaga sekolah.

“Untuk anggaran itu kurang lebih Rp13 miliar, dan semuanya sudah berjalan. Adapun untuk pembelanjaan komputer dan buku sudah selesai,” ungkapnya, Selasa (6/10/2020).

Selain itu untuk pengerjaan fisik dari 92 kegiatan tersebut saat ini sudah berjalan 30 persen, bahkan sudah ada yang 60 persen, sehingga pencairan termin kedua akan segera dilakukan. Namun, hal itu bisa dilakukan apabila pekerjaan dilapangan sesuai dengan rencana biaya anggaran (RAB).

Namun, lanjut Suraji, jika pekerjaan tidak sesuai maka akan dievaluasi.  Adapun bila fatal seperti yang sudah terjadi di Kecamatan Tambelangan pengerjaan SD Birem 4 maka akan dibongkar kembali.

“Semisal nanti ada yang harus dievaluasi berdasarkan temuan tim monitoring akan diberikan sanksi, baik berupa tidak dicairkan termin kedua, atau bahkan harus dibongkar. Untuk pembangunan RKB jumlah anggarannya Rp200 juta,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Fadol menuturkan, pengawasan dalam merealisasikan program DAK harus maksimal. Ia tidak ingin temuan di SD Birem 4 kembali terulang.

”Pengawasan harus serius, kami sepakat jika ada yang tidak sesuai RAB dibongkar saja,” tegasnya.

Pembongkaran pembangunan RKB yang terjadi di SD Birem 4  menurutnya merupakan sejarah baru yang ada di kabupaten Sampang, ia mendukung langkah itu agar ada efek jera kepada rekanan maupun pihak yang bertanggungjawab.

“pengawasannya memang harus dimaksimalkan. Mengapresiasi kepada langkah disdik dan tim monitoring karena sudah tegas untuk memberikan efek jera terhadap pekerja yang tidak sesuai RAB,” tukasnya. (mal/mam)

Jumlah kegiatan ada 92, untuk 86 lembaga se Kabupaten Sampang

Volumenya:

Rehabilitas ruang kelas ada 64 ruang.

Rehabilitasi ruang perpus ada 15.

Rehabilitasi ruang guru ada 9.

Rehabilitasi jamban ada 58.

Pembangunan ruang kelas baru (RKB) ada 4.

Pembangunan toilet ada 6.

Pembangunan ruang perpus ada 5.

pembangunan ruang guru ada 5.

Pembangunan UKS ada 1.

Pengadaan buku koleksi perpus 31 lembaga.

Pengadaan media pembelajaran 15 lembaga.

Komentar

News Feed