oleh

Turun Drastis, Retribusi Pasar Tinggal 20 Persen

Kabarmadura.id/Sumenep-Sebagai dampak dari wabah Covid-19, pendapatan dari retribusi pasar menurun. Penurunan cukup drastis hingga tinggal sekitar 20 persen dibanding hari-hari biasanya.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Ardiansyah Ali Shochibi menjelaskan, semenjak masuk akhir bulan ketiga atau  triwulan pertama, terjadi penurunan pendapatan pedagang akibat berkurangnya transaksi di pasar.

“Ya pastinya turun pendapatan kita, karena pasar meskipun tetap berjalan ternyata masyarakat mulai membatasi diri untuk belanja. Meksipun sebagian masih berani datang ke pasar, satu bulan terakhir ini mengalami penurunan. Kami tidak bisa mempersentasekan, tapi tinggal sekitar 20 persenan,” katanya, Rabu (22/4/2020).

Untuk itu pihaknya masih akan mengevaluasi pada masa Covid-19, apakah tetap melakukan penarikan retribusi khususnya untuk pedagang pasar-pasar tradisional yang berada di kabupaten berjuluk Kota Keris ini.

Ali melanjutkan, pihaknya juga tidak dapat menghitung penurunan pendapatan pedagang akibbat wabah Covid-19 ini.

“Yang pasti kami bersama BPKAD akan mengevaluasi terkait penarikan ini, apakah tetap lanjut atau ada penurunan target. Karena ketika ditagih, pedagang mengeluh bahwa pendapatannya menurun, padahal kami menagih hanya Rp2-3 ribu saja,” imbuhnya.

Sehingga dari Rp2,4 miliar PAD yang ditargetkan, pihaknya pesimis akan mencapai target. Karena dalam kondisi normal, target PAD di tahun-tahun sebelumnya tidak pernah tercapai.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Penagihan Suhermanto menyampaikan, retribusi tetap akan ditarik sesuai ketentuan, sebelum ada instruksi lebih lanjut.

“Kalau pasar kan tetap dipungut karena masih berjalan,” paparnya. (ara/pai)

Komentar

News Feed