Tutupi Defisit Anggaran, Tunda Program Fisik OPD di Sampang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN)

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berusaha melakukan rasionalisasi dan menutupi kekurangan anggaran. Rencananya, akan memangkas sejumlah program fisik di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Data yang dirangkum Kabar Madura, total nilai defisit di Kabupaten Sampang mencapai Rp128. 298. 787. 865. Dari kekurangan anggaran tersebut, pemerintah menutupinya dengan sejumlah dana lain yang dianggap prosedural.

Bacaan Lainnya

Yakni, melalui hasil rasionalisasi dana belanja modal (BM) sebesar Rp43. 840. 414. 510, rasionalisasi barang dan jasa sebesar Rp34. 827. 328. 519. 80 dan Rp15. 000. 000. 000 dari rasionalisasi dana pemilihan kepala desa (Pilkades).

Selanjutnya, defisit juga ditutupi oleh rasionalisasi dari alokasi dana desa-dana bagi hasil (ADD- DBH) sebesar Rp10. 500. 000. 000, rasionalisasi hibah sebesar Rp6. 000. 000. 000,  terakhir dari rasionalisasi silpa sebesar Rp14. 765. 336. 997. 09.

Sehingga, setelah dilakukan rasionalisasi sisa defisit menurun. Dari Rp128. 298. 787. 865 menjadi  Rp3. 365. 707. 839. 03. Bahkan dari kekurangan itu, pemerintah memutuskan untuk mengurangi atau memangkas anggaran program fisik di sejumlah OPD. Namun, hal itu masih disusun oleh setiap OPD untuk menutupi sisa defisit.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Sampang Yuliadi Setiawan mengatakan, dari defisit yang ada sudah melakukan rasionalisasi. Hasilnya, masih defisit dan akan dilakukan pemangkasan kembali anggaran di sejumlah OPD.

“Kami sudah melakukan rasionalisasi sekaligus laporan kepada bupati. Kemarin dilakukan laporan untuk dihitung bersama. Sehingga menghasilkan keputusan dari bupati,” ujarnya, Senin (2/8/2021).

Menurutnya, setiap OPD akan dipanggil untuk memformat kembali kegiatan yang bisa ditunda. Hal itu, untuk memenuhi kekurangan defisit sebesar Rp3. 365. 707. 839. 03. Namun, pengurangan anggaran tidak akan menyentuh dana alokasi khusus (DAK) dan dana yang sudah ada petunjuknya seperti dana earmark.

“Kemungkinan belanja perjalanan dinas dan anggaran makanan dan minuman (mamin) akan dikurangi. Karena selama ini, kami jarang melakukan perjalanan dinas,” ungkapnya.

Laki-laki yang akrab disapa Wawan itu mengaku, pengurangan anggaran tidak akan menyentuh terhadap tunjangan penghasilan pegawai (TPP). Namun, bupati Sampang Slamet Junaidi lebih memilih mengurangi program pembangunan fisik untuk ditunda. Sehingga TPP tetap berlangsung hingga akhir tahun.

“Ada dua skema kemarin. TPP tidak dijalankan, maka program fisik tetap direalisasikan. Tapi jika TPP dijalankan, maka program fisik tidak direalisasikan. Namun, bapak bupati memilih untuk tidak mengganggu TPP. Sehingga beberapa program pembangunan fisik akan ditunda,” tegasnya.

Bahkan, refocusing untuk menutupi kekurangan defisit tetap harus dilakukan. Sebab, akan berdampak pada sejumlah lelang proyek yang sudah dilakukan. Dikhawatirkan, mengganggu program prioritas, terutama proyek yang sudah dikerjakan akan berdampak pada prestasi dan prestise pemerintah.

“ika dibiarkan defisit, para kontraktor yang sudah melakukan penawaran dan akan mencairkan dana proyek, lalu uangnya tidak ada. Ini akan berpengaruh pada prestasi daerah,” tukasnya. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *